Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Batara Guru menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka wisuda 177 mahasiswa sarjana keperawatan dan ahli madya kebidanan di gedung simpursiang, kecamatan Malili, kabupaten Luwu timur, Sabtu (15/11/2014)
Suasana haru, bangga bercampur bahagia tampak diwajah para wisudawan dan wisudawati yang kesemuanya di dampingi orang tua, keluarga, sanak saudara dan kerabat-kerabatnya.
Wisuda juga dihadiri perwakilan Pemkab Luwu Timur, Asisten Pemerintahan, Syahidin Halun, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Andi Lukman, juga mewakili Prof. Andi Niartiningsih, Ketua Yayasan Pendidikan Andi Ara, DR. Suhardi M. Anwar, Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam, dan tokoh masyarakat luwu timur Andi Syamsu.
Ketua STIKES Batara Guru, Satian Umar melaporkan 177 orang wisudawan dan wisudawati dari program study sarjana keperawatan (S1) sejumlah 144 mahasiswa dan jenjang Diploma Tiga (Dlll) kebidanan sebanyak 33 orang. Wisuda ini juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah ahli madya kebidanan.
“Selamat atas kelulusan dan gelar akademik yang telah saudara dan saudari raih, baik itu jenjeng S1 maupun DIII,” jelas Syahidin dalam sambutannya.
Menurutnya, dengan gelar akademik yang telah dicapai tentunya memberikan kesempatan lebih banyak untuk dapat berkiprah, meniti karir di tanah bumi Batara guru ini dan bermanfaat bagi diri sendiri, sanak saudara, agama, daerah serta bangsa dan negara.
“Meniti ilmu dibangku kuliah mungkin telah berakhir, tapi perjuangan anak- anakku semua, baru saja dimulai. Olehnya itu, jangan berhenti belajar, tingkatkan terus skill dan kemampuan kalian agar mampu bersaing diera saat ini,” jelasnya.
Syahidin juga memberikan apresiasi kepada kampus Stikes Batara Guru atas dedikasi, profesionalisme, loyalitas, pengabdian dan kerjasama dalam mendidik serta membina para mahasiswa. Menurutnya, Kampus Stikes Batara Guru merupakan salah satu aset penting diKabupaten Luwu Timur.
Andi Lukman selaku koordinator Kopertis IX Sulawesi mengatakan dalam dekade ini begitu banyak perguruan tinggi kesehatan yang berdiri dengan mekanisme yang ada untuk mencetak secara prefesional tenaga kesehatan, namun di sisi lain, maraknya perguruan tinggi kesehatan tersebut ternyata belum sebanding dengan kualitas pendidikan yang disediakan untuk mencapai tujuan berdirinya.
Namun untuk Stikes Batara Guru, Andi Lukman memberikan pengecualian. Menurutnya, pengelola kampus stikes Batara guru telah menciptakan wisudawan dan wisudawati yang berkualitas, baik dari segi akademik keperawatan (Sl) dan (DIII) kebidanan.
“Meski kampus ini umurnya masih belia, namun telah mampu bersaing dengan sekolah tinggi kesehatan lainnya dalam menciptakan kader unggulan dunia kesehatan.” “Pihaknya juga berjanji akan memfasilitasi lulusan terbaik untuk mendapatkan beasiswa S2 untuk melanjutkan kependidikannya,” kuncinya.




