Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Diisukan Mengandung Bakteri Berbahaya, Penjualan ‘Cakar’ Tetap Lancar
Ekonomi

Diisukan Mengandung Bakteri Berbahaya, Penjualan ‘Cakar’ Tetap Lancar

Redaksi
Redaksi Published 6 Februari 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Penjualan pakaian bekas impor dari berbagai negara di Kota Palopo, tampaknya tidak terpengaruh dengan beredarnya isu bakteri berbahaya yang terkandung di dalam pakaian bekas yang dijual tersebut. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku masih bisa mengantongi keuntungan hingga Rp400 ribu perhari, dari penjualan pakaian bekas impor tersebut.

Pantauan luwuraya.com di sejumlah tempat penjualan pakaian bekas impor, memperlihatkan animo masyarakat yang tampak tak terganggu dengan imbauan Menteri Perdagangan yang menyebutkan ada bakteri berbahaya yang menempel pada pakaian bekas impor, yang lazim diberi nama ‘Cakar’ atau ‘Cap Karung’ tersebut.

Seperti pada lapak penjualan Cakar di Pasar Andi Tadda Palopo yang saat ini masih saja diserbu oleh pembeli pakain bekas yang dibandrol dengan harga murah itu. Takpak warga antusias untuk membeli pakaian bekas yang dijual murah, mulai harga Rp10 ribu hingga Rp100 ribu perlembarnya.

Bahkan, sejumlah pedagang mengaku jika sejak beredarnya isu pakaian bekas mengandung bakteri itu, tidak terlalu mempengaruhi omzet penjualannya. Seperti hari hari sebelumnya, rata rata penghasilan setiap hari diatas Rp400 ribu.

Mereka mengaku mendapatkan stok jualan pakaian bekas ini dari Kota Makassar dan Kota Parepare dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp4 juta per ball, dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp500 per ball.

Salah seorang masyarakat yang ditemui tengah membeli pakaian Cakar, Amran mengaku jika dirinya tidak terlalu mempercayai isu tersebut, sebab sejak dahulu dirinya sudah sering berbelanja pakaian bekas.

“Untuk amannya, baju Cakar ini langsung saya cuci bersih sebelum digunakan,” ujar Amran.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

BPKP Temukan Kerugian Negara pada Proyek Pembangunan GOR Malili

ABK Brahma 12 Disandera, Andi Fauziah Langsung Hubungi Menlu RI

Fauzi: Pemerintah Belum Punya Konsep Bagi Pengembangan Pemuda

Bupati Budiman Hadiri Syukuran Pemanfaatan Masjid Nurul Rahma Wija Virgo

Pemkab Lutim Siap Ikuti TEI 39 di ICE BSD City Tangeran Banten

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Alumni PPI Pertanyakan Nasibnya di Kantor DPRD Lutim
Next Article Sulit Menemukan Penyimpangan, Hamas: Polda Sulselbar Harus Turun Tangan

You Might Also Like

DPRD Luwu Timur

Pegawai Upah Jasa Terancam Dihapus

24 Maret 2016
Hukum

Bidan Nur: Saya Hanya Menerima Dana Rp750 Juta

19 November 2014
Hukum

Masya Allah, Ada Enam Janin Ditemukan Terkubur di Rumah Dukun Beranak

19 Maret 2015
Luwu Timur

Camat Tomoni Timur Terima Hasil Musyawarah Penetapan Status IDM

12 Juni 2024
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?