Penjualan pakaian bekas impor dari berbagai negara di Kota Palopo, tampaknya tidak terpengaruh dengan beredarnya isu bakteri berbahaya yang terkandung di dalam pakaian bekas yang dijual tersebut. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku masih bisa mengantongi keuntungan hingga Rp400 ribu perhari, dari penjualan pakaian bekas impor tersebut.
Pantauan luwuraya.com di sejumlah tempat penjualan pakaian bekas impor, memperlihatkan animo masyarakat yang tampak tak terganggu dengan imbauan Menteri Perdagangan yang menyebutkan ada bakteri berbahaya yang menempel pada pakaian bekas impor, yang lazim diberi nama ‘Cakar’ atau ‘Cap Karung’ tersebut.
Seperti pada lapak penjualan Cakar di Pasar Andi Tadda Palopo yang saat ini masih saja diserbu oleh pembeli pakain bekas yang dibandrol dengan harga murah itu. Takpak warga antusias untuk membeli pakaian bekas yang dijual murah, mulai harga Rp10 ribu hingga Rp100 ribu perlembarnya.
Bahkan, sejumlah pedagang mengaku jika sejak beredarnya isu pakaian bekas mengandung bakteri itu, tidak terlalu mempengaruhi omzet penjualannya. Seperti hari hari sebelumnya, rata rata penghasilan setiap hari diatas Rp400 ribu.
Mereka mengaku mendapatkan stok jualan pakaian bekas ini dari Kota Makassar dan Kota Parepare dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp4 juta per ball, dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp500 per ball.
Salah seorang masyarakat yang ditemui tengah membeli pakaian Cakar, Amran mengaku jika dirinya tidak terlalu mempercayai isu tersebut, sebab sejak dahulu dirinya sudah sering berbelanja pakaian bekas.
“Untuk amannya, baju Cakar ini langsung saya cuci bersih sebelum digunakan,” ujar Amran.




