Sebanyak 122 peserta yang berasal dari 11 Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur meriahkan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke lima yang digelar dilapangan Andi Nyiwi, Kecamatan Malili, Kamis (19/03/15).
Ketua Penyelenggara, Dohri As’ari mengatakan kegiatan STQ ke lima ini akan berlangsung selama tiga hari darit anggal 19 hingga 21 Maret 2015 dimana sebelumnya telah diawali dengan sosialisasi atau pawai taaruf dan dilanjutkan dengan pelantikan dewan hakim yang berlangsung tanggal 18 Maret lalu.
“Lomba ini dilaksanakan di tiga tempat yakni panggung utama di Lapangan Andi Nyiwi, Masjid Agung dan Masjid Haqqul Yakin, jenis lomba terdiri dari 10 cabang masing-masing tilawah anak-anak, tilawah dewasa, hipsil 1 jus, 5 jus, 10 jus, 20 jus, 30 jus, tafsir bahasa arab, dan tadarrus baik putra maupun putri dan para peserta ini akan dinilai 19 orang dewan hakim,” ungkap Dohri.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Imam Muhajir mengatakan wahyu Allah dalam Al Quran itu mengandung nilai sastra yang sangat tinggi. Makanya umat islam dianjurkan untuk membacanya dengan suara merdu yang dapat menyejukkan hati bagi pendengarnya.
Terkait pelaksanaan STQ ini, pihaknya mengaku sangat berbangga. Apalagi STQ tahun ini digelar juga lomba tadarrus yang baru pertama kali dilaksanakan. Dirinya berharap syiar AlQur’an akan lebih menggema lagi di Bumi Batara Guru.
Pihaknya juga optimis, kafilah STQ Luwu Timur akan meraih prestasi terbaik diajang STQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dipusatkan di Kabupaten Takalar. “Minimal bisa menyamai peringkat kedua terbaik pada Ajang MTQ ke 5 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang tahun lalu,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah, Bahri Suli berharap STQ ke 5 ini bukan sekedar kompetisi mendengungkan lantunan ayat-ayat suci Al-qur’an, namun diharapkan dapat membangun generasi muda Luwu Timur yang cinta Al quran.
Ia juga menekankan agar peserta yang mengikuti kompetisi ini benar-benar berasal dari Kabupaten Luwu Timur. “Jangan lagi ada istilah peserta bayaran. Kita harus percaya diri mengutus kafilah terbaik kita yang memang berasal dari Luwu Timur. Karena itu, saya berharap dewan hakim benar-benar objektif melihat kualitas peserta kita,” jelasnya.




