Pemerintah kabupaten Luwu Timur diminta untuk membatalkan kegiatan rehabilitasi bangunan Mess Pemda Lutim yang ada di Jakarta, yang anggarannya sudah dialokasikan tahun ini. Pasalnya, nilai anggaran rehab yang dialokasikan tahun ini dinilai hanya membuang anggaran karena terkesan sia-sia.
Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Usman Sadik mengatakan kondisi Mess Pemda Lutim di Jakarta saat ini sangat memprihatinkan. Pasanya, bangunan yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2012 silam itu telah mengalami kerusakan di sejumlah titik yang mengganggu kenyamanan pengunjungnya.
Menurutnya, alokasi anggaran rehabilitasi Mess Pemda Lutim tahun ini sebesar Rp50 juta, dinilai hanya menghaburkan anggaran saja, karena hanya dianggarkan untuk rehab ringan saja, yang dinilai tidak akan mampu memperbaiki secara keseluruhan kerusakan pada Mess Pemda.
“Saya menyarankan sebaiknya dibatalkan rehab ringan tersebut karena kita khawatir belum cukup setahun sudah rusak lagi, mending sekalian rehab total supaya tidak dianggarkan setiap tahun biaya rehabnya,” ujar Usman.
Dia merincikan, saat melakukan peninjauan ke Mess Pemda Lutim yang beralamat di Jl Tebet Timur Dalam VIII X No 18 Jakarta Selatan itu, mengalami kerusakan di sejumlah titik, seperti kondisi plafon dan atap yang banyak mengalami kebocoran, terutama ketika musim hujan, airnya merembes masuk ke dalam ruangan.
Olehnya itu, dia menyarankan agar kegiatan rehab tahun ini dibatalkan dan mengusulkan untuk melakukan rehab bangunan secara total.
“Solusi ini dianggap paling tepat agar penganggaran untuk Mes Pemda tersebut cukup satu kali saja. Terkait besaran anggarannya, sebaiknya pemerintah menerjunkan konsultan untuk menghitung volume bangunannya sehingga diketahui besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk melakukan rehab total bangunan tersebut,” tegas Usman.




