Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Mutiara Hati, Desa Ussu, Kecamatan Malili, Luwu Timur patut berbangga hati. Pasalnya, sukses dikunjungi oleh Tim Penilai Lomba BKB dan Kader BKB Teladan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
Kunjungan itu dihadiri, tim yakni Sophia Lolobua dan Nadya Hamid dan didampingi, Syawalong Syahidin, Kabid PP, Kasubid Ketahanan Keluarga, Riska, Kasubid Ketahanan Keluarga, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Luwu Timur.
Ketua tim penilai Sophia mengatakan secara umum aktifitas dan pengelolaan BKB Mutiara Hati Ussu sangat baik. Terbukti dengan melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan yang dibuktikan melalui hasil dokumentasi kegiatan serta pelaporan dan pencatatan kelompok yang tersusun secara sistematis.
Namun, pihaknya juga memberikan beberapa catatan agar pengelolaan kelompok ini bisa lebih baik.
Sementara itu, Kasubid Ketahanan Keluarga, Riska menyampaikan perihal terpilihnya BKB Mutiara Hati Ussu sebagai wakil Kabupaten Luwu Timur dalam kancah provinsi, sebelumnya telah menyisihkan beberapa kelompok BKB di Kecamatan lainnya.
Menurutnya, lomba ini selain menjadi wadah para orang tua BALITA mendapat informasi mengenai pola asuh yang benar, juga menjadi media yang tepat untuk meningkatkan program Keluarga Berencana (KB).
Untuk itu, bentuk pendampingan dan pembinaan dari seluruh awak PLKB/PKB selaku motor penggerak perlu lebih ditingkatkan.
Dalam pengelolaannya, kelompok BKB Mutiara Hati mengintegrasikan kegiatannya dengan Program POSYANDU dan Taman Kanak-Kanak (TK) serta Program Posyandu yang dilaksanakan setiap bulannya.
Selain di isi dengan kegiatan Posyandu pada umumnya, juga dilakukan pengisian Kartu Kembang Anak (KKA). Sementara, untuk kegiatan integrasi dengan Taman Kanak-kanak, BKB Mutiara Hati ini telah bekerjasama dengan TK Islam An Nur Hidayatullah Ussu, dengan mengikutsertakan orangtua murid sebagai anggota.
Ditempat yang sama, salah seorang kader BKB, Arny Yahya menjelaskan secara operasional kegiatan BKB ini telah memiliki 96 orang anggota, dari 135 sasaran kelompok. 93 orang diantaranya peserta KB Aktif, 70 anggota menggunakan KKA, dengan persentase kehadiran anggota pada penyuluhan 45 persen.
Ia berharap kegiatan ini mendapat bantuan semua pihak. Mulai lini desa, kecamatan, hingga kabupaten, agar visi dan misi program BKB ini dapat terwujud.
“Nasib dan masa depan ada di tangan generasi pelanjut yang tumbuh dan berkembang secara optimal, jadi mari giatkan program BKB,” ungkapnya.




