Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Angka Kematian Balita Di Luwu Masih Tinggi
Metro

Angka Kematian Balita Di Luwu Masih Tinggi

Redaksi
Redaksi Published 6 Mei 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Kematian Bawah Lima Tahun (Balita) masih cukup tinggi di Kabupaten Luwu. Tercatat, pada tahun 2014 lalu, angka kematian di tahun itu sebanyak 46 Balita dan 14 yang berusia 0 – 1 tahun meninggal dunia.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Luwu, Suharkimin mengatakan tingginya jumlah kematian bayi dan balita di kabupaten luwu disebabkan banyaknya faktor, salah satunya adalah kurangnya kesadaran ibu hamil memeriksakan kesehatan kandungannya ke bidan, dan dokter.

“Kematian bayi dan balita itu penyebabnya banyak faktor, salah satunya adalah ibu hamil malas memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan, padahal jika dilakukan kontrol rutin, bisa dideteksi dan dilakukan pertolongan jika ada penyakitnya,” ungkap Suharkimin.

Baca Juga

Ratusan Rider Ramaikan Event Trail di Latimojong

Selain itu, kata Suharkimin, penyebab lainnya yakni bayi yang lahir premature, bayi yang lahir sebelum waktunya ini penyumbang terbesar penyebab kematian bayi dan balita. Konidis fisik bayi yang lahir premature, lemah dan biasanya hanya bertahan hidup beberapa hari saja.

“Bidan-bidan yang ada di desa harus mampu memberikan pemahaman pada masyarakat akan pentingnya memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter, yah itu tadi tujuannya, menghindari terjadinya bayi lahir premature,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan bidan, menempatkan bidan di tiap-tiap desa, serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung di desa atau puskesmas terdekat.

“Kita juga harus akui, bahwa selama ini bidan yang ada di desa belum berbuat maksimal, itu disebabkan masih kurangnya skill dan keterampilan mereka sehingga kita akan tingkatkan,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Tim Fahmil Qur’an Putra Luwu Timur Raih Emas Pertama di MTQ Sulsel 2026

15 Peserta Asal Luwu Timur Lolos Final MTQ Sulsel 2026 di Maros

Sekda Lutim Tegaskan Disiplin Jam Kerja ASN

Gratis dan Lengkap, Rumah Singgah Lutim Ringankan Beban Keluarga Pasien

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pemda Dan DPRD Lutim Bahas Ranperda Transportasi Haji
Next Article Longsor di Latimojong, Ribuan KK Terisolir

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Kurangi Penumpukan Pasien, RSUD I Lagaligo Operasikan IGD Modern

15 April 2026
Metro

Pemkab Luwu Timur Percepat Integrasi Call Center 112 untuk Respons Darurat

15 April 2026
Metro

RSUD I Lagaligo Target Pertahankan Akreditasi Paripurna Jelang Penilaian 2027

6 April 2026
Metro

Bupati Lutim Turun Langsung, Warga Tinggal di Gubuk Sampah di Malili Direlokasi

21 Maret 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?