Kematian Bawah Lima Tahun (Balita) masih cukup tinggi di Kabupaten Luwu. Tercatat, pada tahun 2014 lalu, angka kematian di tahun itu sebanyak 46 Balita dan 14 yang berusia 0 – 1 tahun meninggal dunia.
Kepala dinas kesehatan kabupaten Luwu, Suharkimin mengatakan tingginya jumlah kematian bayi dan balita di kabupaten luwu disebabkan banyaknya faktor, salah satunya adalah kurangnya kesadaran ibu hamil memeriksakan kesehatan kandungannya ke bidan, dan dokter.
“Kematian bayi dan balita itu penyebabnya banyak faktor, salah satunya adalah ibu hamil malas memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan, padahal jika dilakukan kontrol rutin, bisa dideteksi dan dilakukan pertolongan jika ada penyakitnya,” ungkap Suharkimin.
Selain itu, kata Suharkimin, penyebab lainnya yakni bayi yang lahir premature, bayi yang lahir sebelum waktunya ini penyumbang terbesar penyebab kematian bayi dan balita. Konidis fisik bayi yang lahir premature, lemah dan biasanya hanya bertahan hidup beberapa hari saja.
“Bidan-bidan yang ada di desa harus mampu memberikan pemahaman pada masyarakat akan pentingnya memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter, yah itu tadi tujuannya, menghindari terjadinya bayi lahir premature,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan bidan, menempatkan bidan di tiap-tiap desa, serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung di desa atau puskesmas terdekat.
“Kita juga harus akui, bahwa selama ini bidan yang ada di desa belum berbuat maksimal, itu disebabkan masih kurangnya skill dan keterampilan mereka sehingga kita akan tingkatkan,” ungkapnya.




