Sebanyak 12 Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se Kota Palopo melakukan studi banding di Puskesmas Malili, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (07/05/15)
Kedatangan 12 Puskesmas ini dalam rangka silaturahmi sekaligus belajar tentang kinerja dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Puskesmas Malili.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Palopo, Ishak yang turut mendampingi rombongan ini mengatakan dirinya sengaja mendatangi Puskesmas Malili guna mengintip kinerja dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh seluruh jajaran di puskesmas Malili ini.
Usai melakukan kunjungan ini, kata Ishak, dirinya akan langsung menerapkan hasil dari kunjungan tersebut seperti penerapan Bank data, Inovasi pramusada, sani tasi dan lain-lainnya.
“Puskesmas Malili merupakan puskesmas yang memiliki kinerja terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sehingga kami perlu datang untuk belajar dan bertukar pendapat sekaligus silaturahmi,” ungkap Ishak.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Malili, Benny mengapresiasi kedatangan Kepala Dinas Kota Palopo bersama dengan seluruh kepala Puskesmasnya. Menurutnya, langkah yang dilakukan merupakan langkah yang maju.
Saat ini, kata Benny, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan telah mengutus tiga puskesmas untuk mengikuti lomba kinerja terbaik Puskesmas tingkat Nasional yakni Puskesmas Mahalona, Puskesmas Malili dan Puskesmas Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.
“Di Luwu Timur ada dua yang diutus yakni Puskesmas Mahalona dan Malili dan yang satunya yakni Puskesmas Sukamaju di Luwu Utara,” ungkap Benny.
Benny menjelaskan untuk Puskemas Mahalona akan mengikuti lomba kriteria Puskesmas terpencil, Puskesmas Malili mengikuti kriteria daerah biasa atau perkotaan dan Puskesmas Sukamaju mengikuti kriteria wilayah Desa.
“Akhir bulan Mei batas pemasukan berkas ke Provinsi selanjutnya Provinsi nantinya yang akan menindaklanjuti untuk dikirim ke Kementerian Kesehatan setelah itu dievaluasi dan ditentukan tiga pemenang,” ungkap Benny.
Pada lomba penilaian kinerja tersebut, Benny optimis akan meraih juara pertama tingkat Nasional setelah melakukan pembenahan-pembenahan yang menjadi persyaratan lomba ini.
“Kami berupaya akan meraih juara pertama kinerja terbaik, tahun ini lebih mengarah ke penilaian akreditasi dengan 802 elemen penilaian, jika elemen tersebut tidak dicapai maka puskesmas tidak diakreditasi,” ungkap Benny.




