Balai Besar Konservasi Sumber Daya Mineral (BBKSDA) Sulawesi Selatan meminta dukungan terhadap instansi hingga tingkatan lingkungan, warga masyarakat, tokoh masyarakat Luwu Timur untuk bekerja sama dalam melakukan pencegahan terhadap kebakaran lahan dan hutan.
Hal ini disampaikan, Kepala Balai Besar, Dody Wahyu Karyanto, dengan nomor surat : S. 1456/BBKSDASS-19/4/PKH/2015 perihal, titik panas serta kejadian kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Luwu Timur.
Berdasarkan pantauan titik panas oleh satelit NOAA dari Januari hingga Agustus di Luwu Timur terdapat 68 hotspot dari total 96 hotspot di Sulawesi Selatan.
Untuk kebakaran lahan dan hutan yang berhasil dipadamkan terjadi pada tanggal 13 Juli seluas kurang lebih 2 hektare di hutan lindung, tanggal 13 Agustus, seluas 0,5 hektare diareal penggunaan lain (APL) desa Ussu.
tanggal 14 agustus, seluas 1,5 hektare di APL desa ussu, Kecamatan Malili, dan tanggal 17 Agustus seluas 4 hektare di APL Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili. Dari kebakaran itu terindikasi akibat pembersihan lahan untuk perkebunan.
Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan, Andi Makkaraka, mengatakan, pihak Kehutanan sudah melakukan langkah – langkah untuk mengantisipasi pencegahan terhadap kebakaran lahan dan hutan itu dengan melakukan sosialisasi pencegahan kepada masyarakat. “Secara administrasi kita sudah menyampaikan kepada seluruh camat di Luwu Timur,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak terkait juga akan mendirikan posko gabungan, yang terdiri dari, Manggala Agni, KPHL, Dinas Kehutanan, dan pihak Kepolisian dalam rangka melakukan pencegahan. “Posko ini nantinya akan menerima informasi atau aduan selama 1 x 24 jam,” ungkap Andi Makkaraka.




