Harga hewan kurban di kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur naik menjelang hari raya Idul Adha 1436 Hijriah. Kenaikan harga hewan kurban jenis sapi tersebut karena kebutuhan masyarakat yang tinggi.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luwu Timur, Amiruddin Rumae mengatakan, perubahan harga hewan itu disebabkan karena adanya momen hari raya Idul Adha, sehingga kondisional penggunaan konsumen meningkat dari hari biasanya.
“Perubahan harga itu karena persoalan masyarakat sangat membutuhkan hewan pada hari raya idul adha ini,” ungkap Amiruddin yang ditemui diruang kerjanya, Rabu (16/9/15)
Namun kata, Amiruddin, kenaikan itu tidak terlalu siqnifikan. Sehingga, lanjut Amiruddin, tidak dipungkiri kenaikan tersebut dipastikan akan terjadi setiap tahunnya pada momen – momen hari raya idul adha seperti saat ini.
“Tahun lalu harga hewan sapi sekitar Rp8 juta sementara tahun 2015 ini naik menjadi Rp9 juta dan itu setiap tahun terjadi kenaikan harga,” ungkapnya.
Amiruddin menambahkan, meskipun harga naik namun stok hewan kurban seperti sapi masih cukup untuk kebutuhan masyarakat di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini. “Dari beberapa titik pantauan Koperindag, stok masih cukup,” ungkapnya.
Sementara itu, pedangan sapi, Sudiriman mengakui jika harga jual satu ekor sapi miliknya dihargai senilai Rp9 juta dibanding dengan harga sapi seperti tahun – tahun sebelumnya yakni Rp8 juta. “Tahun lalu, saya jualkan dengan harga Rp8 juta dan sekarang Rp9 juta pak,” ungkapnya.




