Sebanyak 21 Sekolah Dasar di Kabupaten Luwu Timur menerima bantuan alat peraga program Direktorat Jendral Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Bantuan 21 paket alat peraga untuk mata pelajaran matematika, bahasa indonesia dan IPS ini ditujukan bagi sekolah binaan kawasan transmigrasi dan eks transmigrasi.
Penyerahan bantuan dilakukan Sekretaris Daerah, Bahri Suli kepada para penerima bantuan disaksikan perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Puji Rahayu dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Luwu Timur, Mas’ud Masse.
Bimbingan teknis alat peraga sekolah dasar berbasis kompetensi dengan pendekatan edutainment di kawasan transmigrasi diikuti puluhan guru dan kepala sekolah SD binaan transmigrasi yang digelar di aula Kantor Bupati, Rabu (11/11/15.
Selain Luwu Timur, bimtek juga dihadiri perwakilan Kepala Sekolah dan guru SD binaan transmigrasi di wilayah Wajo, Tana Toraja dan Luwu Utara.
“Bantuan alat peraga dan edukasi yang diserahkan ini, tentunya sangat membantu pemerintah dan masyarakat Luwu Timur dalam mewujudkan sarana prasarana sekolah yang memadai” kata Bahri Suli.
Apalagi dari sisi manfaat, lanjut Bahri, peranan alat peraga penting sekali dalam proses belajar mengajar di sekolah dasar, diantaranya untuk memperjelas dan mempermudah penerimaan materi pelajaran oleh siswa.
“Pemahaman tentang peranan alat peraga sangatlah penting dikuasai oleh guru sekolah dasar, karena menurut banyak teori, anak usia sekolah dasar itu berada dalam taraf berpikir konkret,” tambahnya.
Kepala Seksi Pendidikan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Puji Rahayu mengatakan upaya peningkatan mutu pendidikan melalui bantuan alat peraga SD yang berbasis kompetensi dan metode pembelajaran edutainment adalah bagian dari upaya kementerian dalam mendukung pemerataan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru dan penerapan metode pembelajaran yang benar -benar mampu meningkatkan kompetensi dan kualitas peserta didik.
Menurutnya, metode yang sesuai dan media yang tepat akan memudahkan guru sebagai fasilitator sekaligus entertainer dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga terjadi perubahan yang semula konvesional yaitu pembelajaran searah menjadi pembelajaran dua arah bahkan multi arah yang berpusat pada siswa yang akan memberikan peran lebih banyak kepada siwa untuk mengembangkan potensi dan kreatifitasnya.
“Paket bantuan alat peraga SD yang telah diterima untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar ini agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin serta diperhatikan dalam cara pengelolaan dan penyimpanan sehingga memungkinkan memperpanjang usia penggunaan serta pemanfaatannya ” harapnya.




