Program Pertanian Berkelanjutan yang merupakan bentuk kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale Indonesia Tbk dalam kerangka Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) kembali berlanjut di 2016.
Setelah pada tahun 2015 menampakkan sejumlah keberhasilan, seperti pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Nuha sebagai proyek percontohan atau BP3K Model di Luwu Timur dan penerapan SRI Organik, tahun ini Program Pertanian Berkelanjutan kembali menyusun rencana kerja yang berangkat dari budidaya ramah lingkungan.
Sebanyak 59 personel dari beragam instansi, antara lain Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K), Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Koperindag, BUMD Luwu Timur, dan Asosiasi Masyarakat Organik Luwu Timur, mengikuti Lokakarya Rencana Kerja Program Pertanian Berkelanjutan 2016 di Ruang Pertemuan Otuno, Sorowako, 27-28 Januari 2016. Lokakarya tersebut bertujuan menyelaraskan PTPM dan program pembangunan daerah.
Lokakarya dua hari tersebut membuahkan keputusan untuk melanjutkan pendampingan dan pengembangan metode SRI (System of Rice Intensification) Organik, menguatkan kelembagaan tani melalui kelompok basis pertanian ramah lingkungan, pengembangan demplot sebagai pusat pembelajaran petani, dan melakukan dokumentasi serta evaluasi secara berkala.
Untuk produksi dan pasar diarahkan pada perbaikan kualitas (Quality control), sertifikasi untuk jaminan kepada konsumen.
Program Pertanian Berkelanjutan bertujuan memperbaiki budidaya pertanian pada komoditas unggulan Luwu Timur dengan menggunakan teknologi budidaya yang maju dan ramah lingkungan, memperbaiki mutu hasil komoditas pertanian dengan menggunakan manajemen mutu, meningkatkan akses pasar produk pertanian unggulan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan membentuk lembaga tani yang kuat.
General Manager Program Pengembangan Sosial, Busman Dahlan Shirat menyampaikan lokakarya pertanian berkelanjutan ini sebagai media Koordinasi dan konsolidasi perusahaan dengan pemerintah daerah melalui SKPD terkait dalam rangka Sinkronisasi Rencana Pengelolaan Sosial PT Vale Indonesia dengan rencana pembangunan daerah.
Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan (BP3K) Kabupaten Luwu Timur, Nursih mengatakan pembangunan pertanian dikabupaten luwu timur akan tercapai dengan adanya dukungan semua pihak termasuk pihak swasta, Peran serta PT Vale ikut berkonstribusi dalam pembangunan daerah patut diapresiasi.
Lokakarya ini menghasilkan dokumen Rencana kerja dan indikator capaian Program Pertanian Berkelanjutan PTPM tahun 2016




