Satuan Lalulintas (Satlantas) Mapolres Luwu Timur menggelar operasi patuh 2016, Selasa (17/5/16) pagi tadi. Operasi tersebut dalam rangka cipta kondisi menjelang ramadhan.
Pantuan media ini, puluhan personil kepolisian lalulintas (Polantas) terlihat berada dijalan tran Sulawesi tepatnya didepan terminal Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kehadiran Polantas itu dalam rangka melakukan operasi patuh dan penindakan terhadap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dinilai melanggar aturan lalulintas.
Operasi yang dimulai sejak tanggal 16 hingga 29 Mei tersebut dipimpin langsung, Kepala Kesatuan (Kasat) Lantas Polres Luwu Timur, AKP Nazaruddin.
Selain sibuk mendampingi 25 orang anggotanya itu, Perwira tiga balok tersebut juga terlihat ramah memberikan sosialisasi dan pemahaman terhadap pentingnya kelengkapan dokumen saat berkendara kepada warga.
“Surat – surat atau dokumen kendaraan sangat penting kita bawah ketika kita mengemudi sebuah kendaraan,” ungkap Nazaruddin kepada pengendara lainnya.
Nazar mengatakan, operasi patuh 2016 ini juga dilakukan serentak se Indonesia menjelang Ramadhan. “Selain di Malili, operasi patuh ini juga akan kita lakukan dibeberapa wilayah hukum Polres Luwu Timur hingga tanggal 29 Mei mendatang,” ungkapnya.
Dalam operasi kali ini, Polantas telah melakukan penindakan kepada pengendara yakni sebanyak 17 tindakan pelanggaran. Jumlah tindakan itu termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Dirinya menjelaskan, sasaran operasi patuh untuk wilayah hukum Polres Luwu Timur tersebut diantaranya bagi pengendara yang masih dibawah umur.
Menurutnya, Hal tersebut dilakukan mengingat kecelakaan terjadi disebabkan karena pengemudi kendaraan itu masih dibawah umur dan belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain itu, sasaran lainnya, kata Nazar seperti pengendara yang tidak memiliki dokumen alias bodong, plat nomor yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Spektek), dan kendaraan operasional ilegal.
“Operasi ini adalah operasi penindakan dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci ramadhan,” ungkap Nazaruddin.




