Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur melalui komisi satu mempertanyakan janji PT Vale Indonesia Tbk soal sekolah kemitraan. janji itu dilontarkan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) 2014 lalu.
Wakil ketua komisi I DPRD Luwu Timur, Herdinang mengatakan, PT Vale Indonesia pernah berjanji akan membangun sekolah kemitraan sebagai solusi kalau Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) tidak dapat menampung lagi anak karyawan lainnya. “Kalau YPS sudah tidak dapat menampung, maka anak – anak dapat bersekolah disekolah kemitraan ini,” ungkapnya.
Herdinang menambahkan, status pembelajaran di sekolah kemitraan itu nantinya sama dengan YPS sehingga anak karyawan yang tidak masuk di YPS dapat masuk dan bersekolah di sekolah mitra itu.
“Sarana, prasarana dan alat proses belajar mengajar disiapkan, itulah merupakan janji dari PT Vale Indonesia,” ungkap Herdinang.
Mestinya, kata Herdinang, pihak perusahaan nikel itu tidak seharusnya mengeluarkan janji yang dianggap sulit untuk direalisasikan karena menjadi bumerang bagi perusahaan itu sendiri.
“Pendidikan bagi anak karyawanan adalah tanggung jawab perusahaan sehingga perusahaan harus menampung dan menyiapkan sarana untuk meningkatkan pendidikan,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu sarana yang disiapkan oleh perusahaan seperti YPS. Sehingga tidak boleh perusahaan menyatakan daya tampung yayasan itu terbatas. Kalau tahun ini RKB tidak dapat menampung maka tanggung jawab perusahaan menambah RKB.
“Masa tahun lalu hingga saat ini tidak ada penambahan RKB sementara setiap tahunnya bertambah anak yang ingin sekolah, sarana dan prasarana untuk anak karyawan itu tanggung jawab perusahaan dan bukan tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, manajemen PT Vale Indonesia, Busman Dahlan membatah adanya janji itu. Menurutnya, dirinya pernah terinisiasi untuk mengantisipasi lonjakan peminat masuk YPS dari kalangan umum dan anak karyawan.
Namun bentuknya bukan membangun sekolah karena itu kewajiban Pemerintah. Perusahaan hanya membantu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Pendidikan di Luwu Timur.
Melalui PTPM, kata Busman, perusahaan melakukan penguatan kapasitas tenaga didik melalui pelatihan. Di samping itu juga membantu renovasi laboratorium SMP di Wasuponda 2015 dan membantu bangun dua kelas di SMP Towuti 2016.
“Itu statusnya hibah ke dinas Pendidikan. Pendidikan itu kan bukan kewajiban perusahaan, kalau pun melibatkan diri itu lebih pada berkontribusi. Itu kata kuncinya,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, YPS tersebut sebenarnya hanya untuk anak karyawan dari luar site berdasarkan amanah kontrak karya dan bukan untuk semua anak karyawan apalagi umum.




