Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur turun memantau sejumlah sekolah di Kabupaten Luwu Timur, Senin (18/7/16)
Turut hadir dalam pemantauan ini, wakil ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora), Ismail dan Asisten Ekonomi Pembangunan, Abriansyah.
Kepala Dikbudparmudora Luwu Timur, Ismail mengatakan, sidak ini dilakukan dalam rangka memastikan sekolah benar – benar beraktifitas dihari pertama sekolah.
“Kita bagi tim untuk sidak ini untuk memastikan apakah hari pertama sekolah ada guru yang tidak hari,” ungkap Ismail yang ditemui disela – sela sidak.
Dirinya juga tidak segan – segan akan memberikan sanksi kepada para guru yang tidak masuk dihari pertama sekolah ini. “Sanksi adalah tidak dibayarkan tunjangan kinerja dibulan Agustus,” ungkapnya.
Wakil ketua DPRD Luwu Timur, HM Siddiq BM mengaku prihatin. Soalnya, SMA Negeri 2 Malili kekurangan siswa sementara sekolah lainnya membludak.
“Di SMA 2 Malili ada kelas yang kosong sementara di SMA 1 Malili membludak siswa,” ungkapnya.
Dirinya berharap agar persoalan ini dapat disikapi oleh pihak terkait. “Kita harapkan agar dinas terkait mencarikan solusinya,” ungkap legislator Nasdem.
Kepala SMA Negeri 1 Malili, Muhammad Saleh mengatakan, jumlah pelamar disekolah yang dipimpinnya itu berjumlah 462 orang namun pihak sekolah hanya menerima 389 siswa saja.
“Dari 462 pelamar kita menerima 389 siswa dengan pertimbangan ruang belajar yang terbatas,” ungkap Saleh.




