Warga didesa Balirejo, kecamatan Angkona, Luwu Timur menggelar ritual ngaben, Rabu (14/9/16). Ngaben merupakan ritual umat hindu dalam rangka melakukan pemakaman warga yang meninggal dunia.
“Prosesi persiapan pemakaman mulai dari sesajen, penyiapan biaya pemakaman hingga prosesi pembakaran jenazah dalam upacara Ngaben telah dirampungkan oleh pihak keluarga dan hari ini siap dilaksanakan,” ungkap Ketua Paruman Walaka PHDI, Wayan Sudiarsa.
Upacara Ngaben tersebut dipimpin oleh langsung oleh Paruman Pandita, Ida Pandita Empu Satya Laksita Dharma dan dia juga telah menentukan hari baik pemakaman jenazah.
“Upacara Ngaben bertujuan untuk mengembalikan 5 unsur pada diri orang yang meninggal, yakni api, air, tanah, udara dan hampa udara (eter),” ungkapnya.
Wayan juga mengucapkan terimakasih dengan kepedulian Bupati yang berkenan menghadiri dan menyaksikan prosesi upacara Ngaben hingga akhir.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Disamping itu pemerintah daerah juga akan membantu penataan lokasi pemakaman umat Hindu di desa Wanasari.
“Tempat pemakaman di sini memang harus segera ditata, apalagi biasa digunakan untuk pemakaman atau prosesi Ngaben secara massal yang menyedot banyak pengunjung dan tamu dari luar daerah,” ungkap Husler.




