HEADLINE TOPIK:
MDC Lutim Tingkatkan Kesadaran Selamatkan Ekosistem Terumbu Karang
Sabtu,26 Juni 2021 | 22:04 WITA |

Terumbu karang adalah habitat dan sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup di laut. terdapat banyak berbagai jenis makhluk hidup yang tinggal, mencari makan, berlindung, dan berkembang biak.

Mori Dive Club (MDC) menjadi kelompok penyelam pertama di Kabupaten Luwu Timur yang mengemban misi menyelamatkan dan memelihara terumbu karang di perairan kabupaten Luwu Timur.

Pendiri MDC, Madras Ambasong yang ditemui media di Rumah Apung Tanjung Parasulu, mengatakan, untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap ekosistem bawah laut dibutuhkan edukasi dan kesadaran diri masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu kata Madras, MDC juga siap mengedukasi masyarakat tentang peran penting terumbu karang sebagai dasar terbentuknya ekosistem bawah laut lewat program try scuba.

“Program try scuba adalah langkah awal untuk mengenal dunia bawah laut, selain memberikan suguhan keindahan bawah laut, kita juga bisa melihat kondisi terumbu karang yang kini telah rusak akibat ulah manusia” Kata Mantan Ketua KONI Luwu Timur ini, Sabtu 26/06/21.

Masyarakat yang ingin lebih jauh mengenal kehidupan bawah laut akan dilatih langsung oleh instruktur yang sudah berlisensi scuba diver.

Gafur, Warga Soroako yang pertama kali mencoba Scuba Dive di tanjung Parasulu mengatakan bahwa ia sangat menikmati saat-saat pertamanya bernafas bebas berada didasar laut yang menyuguhkan pemandangan terumbu karang.

“Waktu terasa begitu singkat ketika berada didasar lautan dikelilingi terumbu karang, banyak pelajaran yang bisa dipetik setelah melihat langsung kondisi terumbu karang yang rusak akibat ulah tangan nelayan yang dulu masih menggunakan cara-cara kasar demi mengeruk kekayaan alam bawah laut.” Katanya.

Dengan kondisi terumbu karang saat ini, madras berharap agar kiranya para nelayan bisa lebih bijak dan tidak sekedar berusaha mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya, tapi juga tetap memperhatikan dampak terhadap ekosistem laut yang nantinya akan berdampak buruk bagi ekosistem laut khusunya di Luwu Timur.(rif)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.