Targetkan Status Nasional, 22 Geosite Matano Bakal Jadi Ruang Edukasi

Asdhar
By Asdhar
3 Min Read
Pesona Danau Matano (sumber: luwutimurkab.go.id)

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan 22 titik geosite di kawasan Danau Matano segera sah menjadi ruang edukasi ilmiah tingkat nasional. Langkah taktis ini bertujuan mengubah situs warisan bumi tersebut menjadi laboratorium alam bagi pelajar dan peneliti dunia.

Fungsi pendidikan ini merupakan syarat mutlak dan pilar utama dalam konsep pengembangan sebuah taman bumi (geopark). Sesuai standar global, status geopark tidak hanya berbicara tentang keindahan wisata, tetapi wajib mengintegrasikan warisan geologi dengan sarana edukasi publik yang aktif.

Proses panjang pengusulan status ini sejatinya sudah berjalan sejak tahun 2022 lalu melalui inisiasi Bapperlitbangda.

Berbagai tahapan penting terus dipacu agar kawasan danau purba ini bisa naik kelas dari geopark lokal menuju nasional, hingga menembus pengakuan UNESCO.

“Tim dari Badan Geologi sudah turun langsung ke lapangan melakukan survei untuk melihat potensi edukasi sains yang dimiliki kawasan Matano,” ujar Kepala Bidang KPDP Disparmudora Luwu Timur, Andi Irfan Saputra, Senin (18/05/2026).

Menanti Legitimasi Situs Warisan Geologi

Segenap jajaran pemerintah daerah saat ini tengah menunggu penetapan resmi 22 geosite tersebut sebagai geoheritage dari Kementerian ESDM.

Dokumen hukum dari pusat ini nantinya menjadi syarat mutlak yang membuka jalan pengusulan berkas ke tingkat nasional.

Selain menunggu dokumen kementerian, pihak pemda juga sedang merapikan berkas Rencana Induk Geopark (RIG) Matano.

Dokumen akademis tersebut digodok secara matang bersama para pakar ilmu pengetahuan dari Universitas Hasanuddin Makassar.

“Kalau dua dokumen penentu ini sudah terbit, target kami paling lambat September bisa mengusulkan ke tingkat nasional. Bahkan kami upayakan Agustus sudah masuk,” kata Andi Irfan optimistis.

Setelah berkas lengkap diterima, tim asesor pusat akan turun menilai kelayakan fasilitas edukasi di sana.

Tiga Pilar Ilmu Pengetahuan Alam

Andi Irfan menambahkan, kawasan Danau Matano menyimpan tiga unsur utama penunjang kurikulum pendidikan luar ruangan.

Tiga pilar penting tersebut meliputi keanekaragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), serta kekayaan budaya masyarakat lokal.

Sebagai salah satu danau purba terdalam di dunia, 22 geosite Matano menyimpan sejarah pembentukan struktur bumi purba dan berbagai spesies endemik langka.

Kehadiran ruang edukasi ini sekaligus mendidik warga lokal agar terus konsisten menjaga kelestarian alam dan warisan budaya leluhur.

Para pelajar di Luwu Timur ke depan bisa memanfaatkan puluhan situs edukatif ini sebagai media studi lapangan yang interaktif.

Share This Article