Madrasah di Kabupaten Luwu Timur kini tengah bersiap memasuki era baru dengan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Hal ini menjadi sorotan utama saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, melakukan peninjauan maraton ke sejumlah infrastruktur pendidikan di Bumi Batara Guru, Rabu (13/05/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ali Yafid yang didampingi Plt Kepala Kemenag Lutim, M Rusydi Hasyim, membedah dua proyek strategis, yakni rehabilitasi gedung di MAN Luwu Timur melalui program PHTC serta pembangunan Laboratorium dan Perpustakaan Digital di MTsN Luwu Timur melalui skema SBSN.
“Melihat bangunan madrasah kita mulai lebih baik tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Gedung yang lebih layak ini adalah ‘rumah’ bagi generasi masa depan untuk tumbuh. Namun, fasilitas yang sudah hebat ini harus dibarengi dengan semangat belajar yang lebih tinggi lagi,” ujar Ali Yafid saat meninjau progres bangunan.
Fokus perhatian rombongan tertuju pada proyek perpustakaan digital yang diproyeksikan menjadi pusat literasi modern bagi siswa madrasah.
Plt Kakan Kemenag Lutim, M Rusydi Hasyim, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini adalah langkah nyata agar siswa madrasah tidak tertinggal dalam persaingan teknologi secara nasional.
“Ini adalah lompatan besar. Kami ingin anak-anak madrasah di Luwu Timur tidak gagap teknologi dan bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya. Fasilitas digital ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk riset dan belajar,” tegas Rusydi dengan optimis.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Lutim, Rabiah, menambahkan bahwa infrastruktur megah yang dibangun dengan dana negara tersebut memiliki beban tanggung jawab besar di sisi akademik.
Ia berkomitmen memastikan pembangunan fisik ini sejalan dengan peningkatan prestasi siswa dan guru di lapangan.
“Kehadiran Bapak Kakanwil menjadi energi baru bagi kami. Tugas kami di Pendis adalah memastikan infrastruktur ini menjadi motor penggerak prestasi madrasah-madrasah kita menuju era yang lebih unggul dan moderat,” pungkas Rabiah.
Kunjungan ini ditutup dengan diskusi bersama para tenaga pendidik, mempertegas komitmen kolektif untuk menjadikan madrasah di Luwu Timur sebagai lembaga pendidikan yang kompetitif, modern, dan tetap memegang teguh nilai-nilai keagamaan.

