Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi wanita, di mana deteksi yang terlambat sering kali berakibat fatal.
Menyadari hal tersebut, RSUD I Lagaligo Luwu Timur mengambil langkah preventif dengan mempertajam kemampuan 17 tenaga radiografernya dalam menguasai teknik mamografi tingkat tinggi, Rabu (13/05/2026).
Pelatihan yang digelar di Instalasi Radiologi ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian dari misi besar rumah sakit menuju pusat layanan unggulan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).
Fokus utamanya adalah menghasilkan pencitraan payudara yang mampu mengungkap kelainan jaringan sekecil apa pun sebelum berkembang menjadi stadium lanjut.
Direktur RSUD I Lagaligo, Irfan, menegaskan bahwa akurasi deteksi dini sepenuhnya bergantung pada kualitas gambar yang dihasilkan oleh para radiografer. Tanpa teknik pemosisian yang benar, risiko adanya “area buta” pada hasil rontgen payudara bisa saja terjadi.
“Deteksi dini kanker adalah perlombaan melawan waktu. Kami melatih radiografer agar mampu menghasilkan gambar dengan resolusi dan kontras tinggi. Tujuannya jelas, kelainan sekecil apa pun harus terdeteksi secara dini agar peluang kesembuhan pasien jauh lebih besar,” tegas Irfan.
Dalam pelatihan ini, para tenaga medis ditekankan pada penguasaan teknik pemosisian pasien yang presisi. Teknik yang benar tidak hanya menjamin seluruh jaringan terpotret dengan jelas, tetapi juga bertujuan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman saat prosedur kompresi dilakukan.
Irfan menambahkan, kenyamanan pasien menjadi faktor krusial agar masyarakat tidak lagi takut melakukan pemeriksaan rutin.
“Kita ingin pasien merasa aman dan teredukasi. Dengan penanganan yang profesional dan lembut, stigma bahwa mamografi itu menyakitkan akan hilang, sehingga cakupan deteksi dini kanker di Luwu Timur bisa meningkat,” tambahnya.
Ditambahkan Irfan, melalui standar Quality Control yang ketat pada unit radiologi, diagnosa kanker kini diharapkan bisa dilakukan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih terjangkau bagi masyarakat lokal tanpa harus dirujuk ke kota besar.

