BMKG Rilis Peringatan Dini Cuah Hujan Tinggi, Lutra Siaga, Luwu Waspada!

Asdhar
By Asdhar
3 Min Read
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meninjau lokasi longsor yang terjadi di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana beberapa waktu lalu (Sumber: Ist)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peta Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi untuk Dasarian II Mei 2026 (tanggal 11 sampai 20 Mei 2026).

Dalam rilis tersebut, kawasan Luwu Raya menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius akibat potensi cuaca ekstrem yang mengancam sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data grafis BMKG, wilayah Luwu Raya menunjukkan tingkat kerawanan yang bervariasi. Kabupaten Luwu Utara kini berada dalam status Siaga bersama beberapa wilayah selatan sulsel lainnya. Sementara itu, Kabupaten Luwu masuk dalam peta pemantauan dengan status Waspada.

Meskipun Kota Palopo dan Kabupaten Luwu Timur tidak tercantum secara spesifik dalam daftar status waspada maupun siaga pada dasarian kali ini, letak geografis yang saling bertetangga dan karakteristik cuaca regional membuat seluruh daratan Luwu Raya tetap berada di bawah bayang-bayang potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Luwu Utara Masuk Zona Siaga

Kondisi di Luwu Utara yang menyandang status Siaga memerlukan kesiapsiagaan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat setempat, terutama yang bermukim di sekitar aliran sungai dan lereng perbukitan.

Curah hujan yang tinggi diprediksi bisa memicu luapan air sewaktu-waktu.

Di sisi lain, status Waspada di Kabupaten Luwu juga menegaskan bahwa intensitas hujan di wilayah hilir diprediksi meningkat tajam dalam sepuluh hari ke depan, yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan transportasi trans-Sulawesi.

Respons Bupati Luwu Timur: Jangan Lengah!

Merespons perkembangan cuaca regional tersebut, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warganya.

Ia meminta masyarakat Bumi Batara Guru untuk tidak lengah sedikit pun, meski daerahnya secara administratif tidak masuk dalam daftar rilis peringatan dini BMKG.

“Secara administratif kita mungkin tidak masuk dalam daftar siaga atau waspada dasarian ini, tetapi cuaca di Luwu Raya ini saling berkaitan,” ujar Irwan Bachri Syam.

Beliau juga mengingatkan warga yang berada di daerah bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor seperti di beberapa titik jalur Trans Sulawesi untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri secara berkala.

“Saya minta seluruh camat, kepala desa, dan relawan kebencanaan di Luwu Timur untuk terus memantau kondisi lapangan. Bersihkan saluran drainase secara gotong royong dan segera laporkan jika ada tanda-tanda penurunan tanah atau luapan air yang tidak wajar. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” imbau Irwan.

Share This Article