Sektor pendidikan berhasil mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur tahun 2025 hingga menyentuh angka 77,28.
Capaian ini mengantar bumi Batara Guru merebut predikat sebagai kabupaten dengan kualitas SDM tertinggi di Sulawesi Selatan.
Direktur Batara Guru Institute, Erwin menilai lompatan angka statistik tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan intervensi program pemerintah daerah.
Kebijakan afirmasi pada sektor pendidikan terbukti efektif meningkatkan mutu kehidupan masyarakat secara berkesinambungan.
“Luwu Timur kini mengamankan posisi keempat tertinggi se-Sulsel, tepat di bawah Kota Makassar, Palopo, dan Parepare,” ujar Erwin saat memaparkan analisisnya, Minggu (17/5/2026).
Grafik resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kota Makassar pada posisi puncak dengan nilai 85,66. Selanjutnya menyusul Kota Palopo dengan angka 81,74, serta Kota Parepare yang meraih nilai 81,50.
Capaian Luwu Timur terbilang sangat fenomenal karena mampu bersaing ketat dengan wilayah yang berstatus kota besar.
Keberhasilan menembus zona empat besar ini tidak lepas dari melesatnya angka harapan lama sekolah anak-anak lokal yang kini mencapai 13,38 tahun.
“Rata-rata lama sekolah untuk penduduk dewasa juga merangkak naik ke angka 9,04 tahun. Indikator makro ini murni bergerak karena ditopang oleh anggaran pendidikan yang tepat sasaran,” tambah Erwin.
Jalin Kemitraan Global dan Jaminan Beasiswa
Erwin menjelaskan, salah satu strategi kunci pemda dalam mendongkrak mutu SDM adalah dengan memperluas jaringan ke tingkat perguruan tinggi.
Langkah ini terlihat dari kerja sama strategis yang dijalin bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Universitas Mega Buana (UMB) Palopo.
Tidak tanggung-tanggung, ekspansi pendidikan ini bahkan menembus level internasional lewat kemitraan bersama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).
Kerja sama lintas negara tersebut diarahkan khusus untuk pengembangan sekolah berbakat dan peningkatan mutu pengajaran.
Langkah taktis ini kemudian diperkuat oleh program “Kartu Luwu Timur Pintar” di lapangan. Data mencatat sebanyak 9.878 mahasiswa asal daerah ini telah merasakan manfaat langsung dari beasiswa stimulan pemda, serta pembagian seragam sekolah gratis kepada 16.253 siswa.
Ekosistem tersebut makin lengkap dengan hadirnya kursus intensif Bahasa Mandarin dan Inggris gratis (Mandalish) bagi pemuda desa, serta pelatihan alat berat di PT Luwu Timur Skill Center.
Seluruh integrasi program inilah yang sukses mengantar Luwu Timur memuncaki klasemen kualitas SDM tingkat kabupaten se-Sulsel.

