Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Rosmini : Penanganan Korban DBD Sudah Sesuai Prosedur
Metro

Rosmini : Penanganan Korban DBD Sudah Sesuai Prosedur

Asdhar
Asdhar
23 Februari 2015
Share
3 Min Read
SHARE

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo Wotu, Rosmini Pandin menglaim jika dokter yang menolong pasien yang diduga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah sesuai prosedur.

Hanya saja, kondisi pasien saat itu sudah tergolong kritis sehingga jarum infus tidak dapat masuk ke lengan dan kaki Aira (korban terduga DBD yang meninggal dunia) untuk pengambilan sampel darah.

“Dokter sudah melakukan tindakan medis yang benar karena kondisi pasien ketika itu sudah kejang-kejang dan shock, sehingga jarum infus tidak bisa masuk ke lengan dan kaki Aira untuk pengambilan sample darah untuk diuji di laboratorium,” ungkap Rosmini.

Baca Juga

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

Menurut Rosmini, pasien juga terlambat mendapatkan penanganan medis karena keluarganya lambat membawa korban ke rumah sakit. Jika saja, kata Rosmini, korban langsung dibawa ke rumah sakit saat ada gejala pasti penanganannya akan lebih cepat dan nyawanya bisa terselamatkan.

“Dari keterangan keluarga pasien, korban sudah lima hari demam, tapi nanti setelah kondisinya cukup parah, baru dibawa ke rumah sakit,” ungkap Rosmini.

Dengan adanya kasus tersebut, Rosmini berharap tidak ada lagi kasus atau kejadian serupa. Dia mengakui jika Aira memang diduga menderita demam berdarah, dengan kondisi dan ciri fisik pada tubuh korban. Pihaknya bersama dinas kesehatan, terus mensosialisasikan pentingnya melakukan pencegahan, dengan gerakan 3 M.

“Saya sendiri, mengalami gejala demam dan trombosit darah menurun, makanya kami selau ingatkan, begitu ada gejala, segera laporkan atau bawa ke puskemas terdekat,” ungkap Rosmini.

Sebelumnya diberitakan, Aira, bocah tiga tahun ini dikabarkan telah meninggal dunia karena diduga terserang penyakit DBD. Bocah ini awalnya mengalami panas tinggi dan terlihat bintik-bintik merah pada badan korban tersebut.

Saat itu, ibu korban, Wiwin membawa anak semata wayangnya ini ke dokter praktek terdekat. “Menurut dokter anak saya hanya demam biasa saja,” kata Wiwin.

Penyakit korban pun semakin kritis, akhirnya bocah ini kembali dilarikan ke Puskesmas Mangkutana namun pihak puskesmas tersebut menyarangkan agar memberikan makanan saja ke Aira. “Kurang makan, jadinya disarankan agar diberikan makan saja,” ungkap Wiwin.

Tidak tahan melihat anaknya sakit, dengan dibantu tetangga, bocah ini langsung dilarikan ke RSUD I La Galigo Wotu. Sesampainya di rumah sakit, korban pun tidak diberikan penanganan medis melaingkan keluarga korban lagi-lagi disarangkan untuk bertemu dengan dokter anak terlebih dahulu. Selang beberapa jam kemudian bocah ini akhirnya meninggal dunia.

Alasan tersebut juga sempat membuat keluarga korban kesal. “Pihak rumah sakit juga tidak melakukan pemeriksaan mendalam termasuk mengambil sampel darah korban untuk diperiksa ataukah memberikan pelayanan medis darurat lainnya melaingkan hanya menyarangkan bertemu dengan dokter anak dulu,” ungkap Wiwi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Januari hingga Pebruari ini, terdapat 10 orang warga dari sejumlah Desa di Luwu Timur positif DBD namun kondisinya membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan
Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Komunitas Earth Hour Kota Palopo Gelar Aksi Bersih
Next Article BPN : Pengurusan Sertifikat Prona Ditanggung Negara
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

Pemkab Luwu Timur mendukung penambahan kapal rescue dan personel Basarnas untuk memperkuat…

5 Mei 2026
Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

Siswa Luwu Timur, Nur Aqila, ikut seleksi Bintang Sobat SMP 2026 dan…

5 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
Ekonomi

Sepanjang 2025, PT Vale Catat Nol Kecelakaan Kerja Fatal

4 Mei 2026
Pendidikan

Keren! SMPN 1 Mangkutana Jadi Sekolah Terbaik 2 Rapor Pendidikan di Luwu Timur

4 Mei 2026
News

2025 Jadi Titik Balik, PT Vale Benahi Tata Kelola dan Transparansi

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?