Upaya mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara (Pemilar) untuk mendesak pemerintah mengatasi persoalan konflik di daerah itu terus dilakukan. Salah satunya yakni dengan mendatangi Kantor DPRD Sulawesi Selatan (sulsel).
Informasi yang dihimpun , puluhan mahasiswa tersebut tiba di Kantor DPRD Sulsel sekitar pukul 15.30 Wita sore, Senin (2/3/15). Saat tiba, mahasiswa langsung diterima oleh Anggota DPRD Sulsel dari Partai Demokrat, Hamka Hidayat.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mengutarakan tuntutan mereka yakni berupa mosi tidak percaya terhadap Bupati Luwu Utara (Lutra), Arifin Djunaidi yang dinilai gagal memimpin daerah itu, karena tidak mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya, terkait dengan seringnya terjadi konflik komunal di berbagai wilayah di Lutra.
Juru Bicara Pemilar, Sahied mengatakan persoalan konflik di Lutra seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan. Pasalnya, jumlah korban terus berjatuhan akibat konflik berkepanjangan itu.
“Kami meminta kepada DPRD Provinsi Sulsel untuk memfasilitasi guna mendatangkan Bupati Luwu Utara, dan melakukan dialog dengan kami, terkait penanganan kon flik di Lutra,” tegas Sahied.
Sementara itu, Hamka Hidayat yang dihubungi membenarkan dirinya menerima aspirasi mahasiswa asal Luwu Utara terkait desakan penanganan konflik. Menurutnya, perhatian DPRD Provinsi Sulsel cukup serius dalam hal penangana konflik di daerah.
“Tidak hanya di Luwu Utara, sejumlah daerah lain juga memiliki persoalan yang serupa, yakni kerap terjadi konflik antar masyarakat. Kami di DPRD Sulsel berupaya untuk mendesak pemerintah segera mengamil langkah antisipatif guna menghindari terjadinya konflik berkelanjutan,” ujar Hamka.
Untuk diketahui, sebelumnya mahasiswa melakukan pendudukan dan penyegelan atas Mess Pemda Lutra di Jl Pengayoman Makassar sebagai bentuk kekecewaan atas sikap pemerintah yang terksan melakukan pembiaran sehingga kerap terjadi konflik antar masyarakat di Luwu Utara.





