Kondisi warga di dua desa yakni Desa Mabonta dan Desa Kalatiri Kecamatan Burau memanas. Untungnya pihak kepolisian dengan cepat turun mengamankan insiden tersebut yang dipimpin langsung oleh Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana, Senin (09/09/13) sekitar pukul 03.00 wita dini hari.
Informasi yang dihimpun, sebelumnya suara letusan senjata rakitan tradisional jenis papporo sempat terdengar oleh warga. Sementara bentrok dua desa disebabkan karena sejumlah pemuda dari desa Kalatiri sering melakukan pemalakan terhadap warga desa Mabonta.
Tidak menerima dengan tingkah laku oemuda tersebut, akhirnya warga desa Mabonta melawan. Untungnya aparat kepolisian bertindak dengan cepat sehingga kondisi di wilayah ini sudah kondusif.
Kapoles Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana yang ditemui awak media usai melakukan pengamanan, Senin (09/09/13) sekitar pukul 14.00 wita mengatakan lokasi kejadian saat itu memang sangat mencekam sebab semua warga dari dua desa tersebut sudah mempersiapkan diri untuk bentrok.
Namun pihak kepolisian saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung menyisir lokasi. Hasilnya empat orang telah diamankan di Polres Lutim beserta enam barang bukti berupa Papporo.
“Saat tiba dilokasi saya langsung arahkan polisi untuk menyisir. Setelah melakukan penyisiran kami menemukan senjata jenis papporo di rumah warga dan mengamankan empat orang diantaranya, Asis, Aco, Karla, dan Tutis,” kata Rio.
Dari empat yang diamankan itu, satu orang diantaranya justru bukan berasal dari dua desa tersebut, yakni Tutis yang merupakan warga Bastem, Kabupaten Luwu. Tutis ini yang diduga melakukan provokasi terhadap warga sehingga nyaris terjadi bentrok.
Alpian Alwi





