Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Edan, Siswi SD Ini Dua Tahun Dirudapaksa Bapak Tirinya
Hukum

Edan, Siswi SD Ini Dua Tahun Dirudapaksa Bapak Tirinya

Asdhar
Asdhar
31 July 2014
Share
3 Min Read
Ilustrasi (int)
SHARE

Nasib malang dialami oleh In (12), siswi kelas 6 di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo ini harus mengalami kekerasan seksual yang dilakukan tak lain oleh bapak tirinya sendiri, Roy (40).

Kejadian ini terkuak, saat In ditemani oleh ibunya melaporkan perbuatan bejat bapak tirinya itu ke Mapolres Palopo, Selasa (29/7/14) lalu. Tidak hanya sekali, namun tindakan bejat Roy itu sudah dilakukan sejak In masih duduk di kelas IV sekolah dasar.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Palopo, AKP Sudirman Lau yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah mengamankan Roy untuk diperiksa terkait kasus ini.

Baca Juga

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

Menurut Sudirman, pelaku sudah mengakui perbuatannya tersebut di hadapan penyidik. “Awalnya pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil kita ciduk dalam pengejaran,” ujar Sudirman.

Menurutnya, pihaknya sudah sudah mengambil hasil visum terhadap korban untuk menguatkan tuduhan yang perilaku Roy itu. Menurut pengakuan pelaku, jika perbuatan itu sudah dilakukan lebih dari sekali.

“Korban diketahui disetubuhi lebih dari sekali, tetapi takut melaporkan hal itu karena diancam oleh pelaku. Perbuatan bejat terakhir dilakukan sehari sebelum lebaran di rumahnya di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang,” ujar Sudirman.

Roy yang dimintai keterangannya di Mapolres Palopo mengakui jika dirinya telah melakukan perbuatan bejat itu. “Saya mengaku telah berbuat hal itu, dan menyelasi perbuatan saya, saya siap menjalani hukuman,” ujar Roy.

Dia mengaku, selain di rumah, dia kerap merudapaksa korban di kebun yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban. “Tetapi paling sering di rumah saat sedang sepi,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, saat ini In dalam kondisi terpukul atas kejadian yang dialaminya. Perubahan sikap korban sebenarnya sudah terlihat sejak lama, namun tidak diketahui oleh ibu korban.

Ibu korban baru curiga saat sehari setelah lebaran, In mengeluhkan sakit di daerah kemaluannya. Setelah didesak, korban baru mengakui jika dirinya selama ini kerap diperlakukan tidak sepantasnya oleh bapak tirinya.

Bahkan, pengakuan guru kelas korban, In sudah menunjukkan perubahan sikap sejak kelas V SD. Dia sering kali membolos dan tidak fokus dalam mengikuti mata pelajaran.

“Kami khawatir jika korban akan terpukul oleh kejadian ini dan tidak melanjutkan sekolahnya. Apalagi saat ini dia sudah kelas VI dan sebentar lagi akan memasuki tahap ujian penyelesaian sekolah,” ujar guru kelas korban yang namanya sengaja tidak diungkap.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo, Andfi Fatmawati Syam menyebtukan pihaknya saat ini terus melakukan pendapingan terhadap korban. Dia membenarkan jika kejadian ini membuat korban sangat terpukul dan mengaku malu untuk melanjutkan sekolahnya.

Fatmawaty menyebutkan jika kasus ini menambah panjang daftar kekerasan seksual yang dialami oleh anak di bawah umur.

“Untuk tahun 2014, sudah puluhan kasus keketasan seksual terhadap anak-anak, dan kami mendesak pihak penegak hukum agar memberikan hukuman maksimal terhadap pelaku,” ujar Fatmawati.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Sungai Amassangan Kian Mengkhawatirkan, Pemkot Palopo Minta BBWS Segera Turun Tangan
Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai
Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional
Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Merayakan Malam Takbir, Pimpinan Daerah Berkeliling Masjid
Next Article Masuk Musim Kemarau, Daerah Luwu Raya akan Alami Cuaca Ekstrem
Pendidikan

Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan Luwu Timur menargetkan bebas anak putus sekolah…

7 May 2026
Pendidikan

Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional

Sebanyak 15 guru Bahasa Inggris Luwu Timur disiapkan mengikuti pelatihan profesional di…

7 May 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

6 May 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

6 May 2026
Metro

PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

6 May 2026
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

5 May 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?