PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya di Kabupaten Morowali melalui berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada sektor kesehatan, dan pengelolaan lingkungan.
Program tersebut dijalankan melalui skema Integrated Governance Program (IGP) yang dirancang untuk memperluas dampak pembangunan sosial di desa-desa sekitar area operasional perusahaan, khususnya di wilayah Bahodopi.
Community Development Officer Bahodopi, Salwa, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama program adalah meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, perusahaan telah melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari pembangunan hingga renovasi fasilitas kesehatan agar pelayanan medis lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Kami juga menjalankan program gizi dan masyarakat sehat yang telah diterapkan di 13 desa penerima manfaat. Program ini meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, serta intervensi khusus untuk penanganan stunting pada balita,” ujar Salwa, Rabu (11/03/2026) di Aula Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah.
Program tersebut juga dijalankan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kaili Morowali untuk memastikan penanganan kesehatan masyarakat, terutama balita yang mengalami masalah gizi, dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Program Pupuk Organik Dukung Ketahanan Pangan Desa
Selain sektor kesehatan, PT Vale juga mengembangkan program pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Senior Community Development Officer PT Vale Indonesia, Saputra Alamsyah, mengatakan program tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa karena memiliki manfaat langsung bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Menurutnya, pada tahun lalu pemerintah desa bahkan mengalokasikan dana desa untuk mendukung pengembangan pupuk organik sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
“Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Tahun lalu mereka juga mengalokasikan dana desa untuk memperkuat program ketahanan pangan melalui pemanfaatan pupuk organik,” jelas Saputra.
Ia mengungkapkan, permintaan pupuk organik dari masyarakat cukup tinggi. Dalam beberapa kesempatan, jumlah pupuk yang diambil masyarakat bisa mencapai 6 hingga 12 ton, meskipun kapasitas produksi saat ini masih terbatas.
“Dari pemesanan yang ada, sekitar 6 ton telah diserap oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.
Potensi Produksi Pupuk Organik Terus Dikembangkan
Saputra berharap produksi pupuk organik, khususnya yang dikelola di Desa Bahomotefe, dapat meningkat pada tahun ini.
Peningkatan produksi tersebut diharapkan sejalan dengan semakin banyaknya sampah organik yang diolah menjadi kompos, sehingga tidak hanya membantu pengelolaan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Program-program sosial tersebut menjadi bagian dari upaya PT Vale untuk memastikan bahwa aktivitas industri yang dijalankan di wilayah operasionalnya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.





