Puluhan honorer kategori satu (K1) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) untuk menyuarakan aspirasi mereka agar bisa terakomodir sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Honorer tersebut memprotes pengumuman kelulusan honorer K1 yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Lutra yang mereka nilai tidak mengakomodir semua honorer K1 yang tercecer. Bahkan, mereka menduga ada sejumlah nama yang dinyatakan lulus CPNS tidak pernah mengabdi.
Anggota DPRD Lutra, Machfud Yunus yang menerima asiprasi puluhan honorer tersebut mengungkapkan kekecewaannya dengan pengumuman kelulusan honorer K1 Lutra. Karena sesuai aspirasi yang masuk di DPRD, ada dugaan honorer K1 yang dinyatakan lulus namun tidak jelas tempat pengabdiannya selama ini.
”Hal ini patut dipertanyakan pada pihak BKDD Lutra. Misalnya salah seorang honorer K1 atas nama Marto yang telah mengabdi sejak 1999 sampai sekarang, tidak terakomodir menjadi CPNS. Sementara ada honorer yang tidak jelas tempatnya mengabdi malah di luluskan,” kata legislator asal Golkar ini, Senin 24Juni 2013.
Menurutnya dari aspirasi yang di terima DPRD, ada Dua nama honorer K1 yang dinyatakan lulus CPNS namun diduga tak diketahui tempat pengabdiannya selama ini. Keduanya adalah Andi Hesti Vianti dan Alfian Syafri Lanmdouw.
”Ini jelas mengecewakan banyak pihak. Pengelolaan honorer K1 ini terkesan amburadul bila hal ini benar adanya. Pihak DPRD akan siap turun kelapangan untuk mengecek langsung keberadaan honorer K1 yang dinyatakan lulus tapi belum diketahui tempat pengabdiannya,” ujarnya.
Arief Abadi




