Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali optimis meraih Adipura ke lima tahun ini. Pasalnya pada penilaian sebelumnya (P1) posisi Luwu Timur masih dalam zona aman menyentuh nilai 73,28 poin.
“Jika melihat akumulasi nilai sebelumnya (P1) dan ditambah dengan hasil evaluasi tim pada penilaian kedua ini (P2) maka paling tidak masih tersisa dua poin lagi untuk mencapai syarat minimal yakni 75 poin,” jelas Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Luwu Timur, Rosmiyati Alwi disela-sela pemantauan Tim Penilai P2 Adipura, Kamis (23/04/15).
Rosmiyati mengatakan sebanyak 54 titik yang masuk kategori penilaian tim Adipura kali ini,yakni tempat pembuangan akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Ussu, Tempat pengelolaan Sampah Terpadu (TPSP), drainase dan jalan, pasar, selain itu juga titik penilan juga dialamatkan terminal Malili, perkantoran, sekolah, pemukiman serta saluran terbuka seperti sungai Malili yang merupakan titik fokus penilaian Adipura.
“Pemerintah daerah bersama masyarakat telah membenahi titik tersebut. Kami berharap adipura kelima tahun ini dapat kita raih dengan dukungan partispasi masyarakat dan dunia Usaha dalam pengelolaan. Lingkungan yang lebih baik menuju kota Malili bersih, hijau dan berkelanjutan,” kata Rosmiyati.
Ia juga bersyukur atas kerjasama dan kerja keras dari seluruh SKPD dan Segenap lapisan masyarakat tentunya ikut membantu kelancaran penilaian dan Kebersihan lingkungan yang selalu terawat dengan baik,sehingga proses penilaian P2 Adipura dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.
”Tetap menjaga kebersihan Kota walaupun penilaian telah berjalan,terus lakukan gerakan pemilahan sampah, agar lingkungan tetap asri,” katanya.
Pada P2 kali ini, dua orang tim yang melakukan penilaian tahap kedua (P2), melakukan verifikasi di kota Malili selama dua hari ini 23-24 April 2015. Rombongan tim penilai lomba kebersihan kota (Adipura) ini berasal dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Kantor Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku yang dipimpin, H. Asis dan Muh Yunus yang didampingi oleh Kepala Bapedalda, Rosmiyati Alwi dan Camat Malili, Senfri Oktavianus.




