Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kabupaten Luwu Timur membuat warga menjadi geram. Pasalnya, barang elektronik milik warga telah mengalami kerusakan.
Kesal dengan pemadaman itu, warga yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Luwu Timur akhirnya mendatangi kantor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Tomoni, Selasa (12/1) siang tadi.
Dalam aksinya, para demonstran melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara dan membakar ban bekas didepan kantor PLN. Selain itu, puluhan aparat kepolisian juga terlihat turun melakukan pengamanan.
Kordinator lapangan, Eko Saputra mengatakan, aksi demonstrasi ini bukan kali pertama dilakukan sehingga dirinya menilai pihak PLN terkesan melakukan pembiaran dan sengaja membuat barang elektronik warga rusak.
“Ini merupakan pembiaran yang dilakukan oleh pihak PLN sebab hingga saat ini tidak ada solusi yang diberikan terkait pemadaman listrik yang kerap dilakukannya,” ungkapnya.
Disela – sela orasi berlangsung, General Manager PLN area Palopo, Hmawan pun langsung menemui para demonstran. Dalam pertemuan itu, GM PLN ini berjanji akan mengusahakan untuk mendatangkan 5 Mega Watt dan menormalkan listrik khusus di wilayah Womantorau.
Selain itu, janji yang tertuang dalam surat tersebut seperti berusaha untuk tidak terjadi pemadaman listrik hingga bula Mei dan menambahkan mesin tambahan dengan daya 0,2 MW di Kecamatan Tomoni dan Wotu dalam waktu yang tidak terlalu lama.




