Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Dewan Perjuangkan Ketersediaan Jaringan Telekomunikasi di 5 Desa di Lutim
Jumat,17 September 2021 | 20:36 WITA |

LUWU TIMUR – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), upayakan ketersediaan jaringan telekomunikasi di wilayah pelosok khususnya di 5 desa yang ada di tiga kecamatan di Luwu Timur.

Anggota DPRD dari fraksi Hanura, Alpian mengatakan ada 5 Desa yang masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi diantaranya Desa Batu Putih dan Cendana di Kecamatan Burau, Desa Bantilang dan Desa Masiku di kecamatan Towuti, serta Desa Ujung Baru di Mangkutana

“Kini jaringan telekomunikasi merupakan bagian kebutuhan penting untuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan bidang-bidang lainnya. Ketersediaan jaringan telekomunikasi akan berdampak positif terhadap kemajuan daerah dan masyarakat,” kata Alpian, saat dikonfirmasi Jumat 17/09/21.

“Tadi kami telah mengunjungi Telkom dan Icon Plus di Makassar dengan tujuan memperjuangkan agar daerah itu bisa merasakan jaringan telekomunikasi,” Imbuhnya.

Dari hasil pertemuan itu, lanjut Alpian, ada dua desa yang ditargetkan akan bisa dijangkau jaringan telekomunikasi di akhir tahun 2021 ini.

“Warga di desa Masiku sudah dapat merasakan jaringan telekomunikasi paling lambat akhir tahun 2021. Sementara untuk desa Cendana Kecamatan Burau baru masuk dalam perencanaan tahun 2021 ini,” Beber Anggota Fraksi Hanura ini.

Dari hasil kunjungan kerja di Telkom dan Icon Plus di Makassar, Alpian bersyukur karena perusahaan operator telekomunikasi tersebut merespons dengan baik. Dia berharap keinginan memperluas jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok desa bisa terwujud.

Dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Luwu Timur itu, selain Alpian hadir pula Anggota DPRD Najamuddin, Heryanti Harun, dan Rahmana Minggus.(rif)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...