Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » TKPKD Lutim Gelar Rakor Penyampaian Draft Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Luwu Timur

TKPKD Lutim Gelar Rakor Penyampaian Draft Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya
9 November 2022
Share
3 Min Read
SHARE

LUWU TIMUR – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyampaian Draft Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) yang berlangsung di Ruang Media Center Dinas Kominfo-SP, Rabu (09/11/2022).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Luwu Timur, Dohri As’ari, serta dihadiri Management PT. Vale Indonesia, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam TKPKD Luwu Timur.

Sementara materi draft dokumen RPKD disampaikan ialah Manager Unit Pelayanan Terpadu Sipakatau (UPT Sipakatau), Atte Shernylia Maladevi yang membawakan materinya secara virtual.

Baca Juga

PT Vale Dorong Program Pengelolaan Sampah TPS3R di Wilayah Pemberdayaan Luwu Timur
Pemkab Luwu Timur Dorong Pelatihan Security bagi Pemuda Desa Hadapi Investasi Industri

Kepala Bapelitbangda Luwu Timur, Dohri As’ari mengatakan, hari ini kita akan mendegarkan nanti dari Tim Ahli terkait dokumen yang sedang disusun dalam rencana aksi penanggulangan kemiskinan 2021-2026.

“Sebenarnya, dokumen ini agak terlambat, seharusnya disusun saat RPJMD juga disusun. Tetapi, paling tidak kita melaksanakan kegiatan ini sehingga ada pedoman dalam rangka penanggulangan kemiskinan daerah yang ada di Kabupaten Luwu Timur,” tambahnya.

Mengenai RPJMD, kata Dohri, kemungkinan tahun 2024 akan menyusun baru karena nantinya akan ada Pilkada. “Jadi apakah nanti kita susun yang baru, atau tetap menggunakan yang lama, itu juga nanti perlu dijelaskan oleh ibu narasumber. Tentu banyak hal lain yang perlu dijelaskan karena ini dokumen baru, dan kami baru pertama kali menyusun rencana aksi ini dan OPD juga baru mengalami seperti ini,” ungkap Dohri.

“Jadi nanti kita mendapat penjelasan dari ibu narasumber, mohon OPD dan stakeholder lainnya untuk bisa memberikan masukan karena penanggulangan kemiskinan tentunya dari semua sektor yang terlibat dalam aksi ini,” jelas Kepala Bapelitbangda.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat secara seksama mengikuti seluruh penjelasan yang disampaikan oleh narasumber dan dapat mengkonfirmasi kiranya masih terdapat poin-poin penting yang belum jelas serta memberikan masukan kongkrit dalam rangka penanggulangan kemiskinan,” tutup Dohri As’ari.

Manager Unit Pelayanan Terpadu Sipakatau (UPT Sipakatau), Atte Shernylia Maladevi mengungkapkan, Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) merupakan acuan OPD. Jadi kalau menurut amanah Permendagri Nomor 53 tahun 2020, RPKD adalah bagian dari RPJMD.

“Jadi harusnya, seperti yang bapak Kepala Bapelitbangda tadi bilang bahwa harusnya RPKD ini muncul sebelum RPJMD disusun. Tetapi keterlambatan itu tidak masalah, karena Permendagri nya baru keluar di 2020,” beber Atte.

“Mengapa RPKD ? karena kemiskinan itu kompleks dan multidimensi. Jadi berbicara tentang kemiskinan, tidak hanya berbicara tentang dimensi konsumsi atau pengeluaran, kita tidak hanya berbicara tentang pendapatannya perbulan, tetapi kemiskinan itu erat kaitannya juga dengan bidang lain. Misalnya pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan ketahanan pangan,” jelas Atte Shernylia. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Lutim Ikut Festival Tunas Bahasa Ibu Merdeka Belajar Periode 17 Jenjang SD dan SMP di Makassar
Next Article Bupati Budiman Ikut Musnahkan BMN Hasil Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

5 Mei 2026
Ekonomi

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?