Titik terang mengenai nasib relawan kemanusiaan pemberani asal Kabupaten Luwu, Andi Angga Prasadewa (33), akhirnya terjawab secara resmi oleh negara.
Melalui unggahan video di akun Instagram bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Kemenlu RI, pemuda berdarah Luwu tersebut dipastikan masuk dalam daftar sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dibebaskan dari cengkeraman militer Israel.
Dalam bukti visual yang beredar pada Jumat (22/5/2026) hari ini, Andi Angga bersama rombongan delegasi Global Sumud Flotilla 2.0 terlihat sudah mendarat dengan selamat di Istanbul, Turki.
Kehadiran rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 ini di sambut langsung oleh Konsul Jenderal RI. Selain itu, Menlu Sugiono juga menyatakan rasa syukurnya karena sempat berkomunikasi langsung dengan para relawan melalui panggilan video
Menlu Sugiono bahkan menyatakan rasa haru dan bahagianya karena sempat melakukan komunikasi langsung dengan Andi Angga dan rekan-rekan relawan lainnya melalui sambutan panggilan video secara interaktif.
Kabar gembira dari pemerintah pusat ini sekaligus menjadi jawaban tunai atas kegelisahan keluarga di Kabupaten Luwu.
Sebab, beberapa hari lalu ruang komunikasi keluarga sempat terputus total usai kapal yang ditumpangi Angga dikepung dan diadang oleh militer bersenjata di perairan internasional dekat Siprus.
Alumni Teknik Sipil Universitas Cenderawasih Papua tersebut memang menjadi satu-satunya delegasi resmi asal Luwu Raya yang bertaruh nyawa demi membawa muatan logistik makanan dan obat-obatan dasar untuk warga sipil di Jalur Gaza.
Meskipun proses pembebasan telah berjalan sukses, Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan sikap yang teramat keras terhadap pihak luar negeri.
Menlu Sugiono secara tegas mengecam tindakan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh militer Israel terhadap para relawan WNI selama masa penahanan di fasilitas militer.
Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan fisik tersebut dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta mencederai prinsip dasar kemanusiaan.
Saat ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jalur diplomatik untuk memastikan proses administrasi deportasi dan pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan tanpa hambatan tambahan.

