Kisah Dua Generasi Penerima Beasiswa YPS Sorowako: Dulu Eksklusif, Kini Rangkul Warga Kurang Mampu

Asdhar
3 Min Read
Sumber: TK YPS Lawewu

Program investasi pendidikan berkelanjutan di wilayah lingkar tambang Luwu Timur kini menorehkan cerita unik mengenai kesinambungan generasi.

Kebijakan beasiswa yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS) terbukti mampu memutus rantai keterbatasan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Salah satu bukti nyata dari dampak jangka panjang ini dirasakan langsung oleh Hirwaty Aris, seorang warga asli Sorowako.

Sebagai alumnus yang pernah menerima beasiswa YPS Sorowako puluhan tahun lalu, ia mengaku terharu karena kini giliran anak-anaknya yang mengecap fasilitas gratis tersebut.

“Dulu saya bangga saat dipanggil naik ke panggung menerima penghargaan beasiswa. Sekarang saya merasakan kebanggaan itu lagi ketika anak-anak menerima beasiswa,” ujar Hirwaty dengan penuh emosional.

Bagi keluarga lingkar tambang, intervensi pendidikan dari yayasan yang mendap[at dukungan penuh oleh PT Vale Indonesia ini bukan sekadar urusan bantuan dana.

Fasilitas tersebut memberikan keyakinan baru bahwa anak-anak lokal mampu bersaing, kuliah tinggi, dan meraih kesuksesan yang lebih besar.

Ketua YPS Targetkan Pendidikan yang Inklusif

Transformasi sosial yang menyasar masyarakat akar rumput ini mendapat penegasan langsung dari manajemen yayasan.

Ketua YPS, Firman Fauzi, menyatakan bahwa fokus utama lembaga saat ini adalah mencetak generasi pembawa perubahan di Luwu Timur.

Oleh karena itu, Firman menekankan bahwa jaringan sekolah di bawah payung YPS kini harus tampil lebih inklusif.

Pihak pengelola berkomitmen penuh untuk membuka ruang kolaborasi yang luas serta ramah bagi anak-anak masyarakat lokal.

“Kami ingin memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat Luwu Timur. YPS Sorowako harus menjadi institusi yang inklusif guna mendukung keberlanjutan masa depan daerah,” ujar Firman Fauzi.

Langkah nyata ini terbukti dari pergeseran komposisi siswa. Saat ini, sebanyak 70 persen siswa justru berasal dari keluarga kurang mampu.

Jumlah daya tampung ynit sekolah YPS Sorowako (Sumber: yps.sch.id)

Bahkan, pihak yayasan mendirikan satu unit taman kanak-kanak (TK) khusus yang di peruntukkan bagi anak-anak masyarakat lokal, bukan untuk anak karyawan perusahaan.

Mengingat Kembali Sejarah Awal YPS Sorowako

Jika kita menengok masa lalu, arah kebijakan YPS yang sangat merangkul warga lokal ini merupakan sebuah sejarah baru.

Sebab, pada awal berdirinya di Malili tahun 1970, sekolah di bawah bendera PT Inco ini murni sebagai fasilitas eksklusif anak karyawan yang datang dari kota besar.

Kondisi Sorowako yang kala itu masih terisolasi membuat perusahaan harus menyuplai tenaga pengajar terampil dari luar Sulawesi.

Namun, seiring bertambahnya pekerja lokal, orientasi persekolahan yang awalnya di bawah Departemen Personalia ini berubah menjadi yayasan pelayanan nirlaba pada 15 Juli 1985.

Melalui komitmen kerja sama jangka panjang dengan PT Vale Indonesia, YPS kini sukses menghapus batas sekat sosial tersebut.

Dengan demikian, masa depan anak-anak di lingkar tambang Luwu Timur kini tetap terjaga lewat jaminan mutu sekolah yang merata.

Share This Article