Sebuah gebrakan nyata dalam pelestarian lingkungan lahir dari tangan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di Bumi Sawerigading.
Kenalkan Nilma Aprianti, seorang peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Luwu Angkatan 42 yang sukses menciptakan inovasi pengolahan pupuk berbahan dasar sampah domestik harian.
Nilma yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu ini berhasil menginisiasi gerakan taktis bertajuk MASSIPA’NA (Masyarakat Siap Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair). Nama “MASSIPA’NA” juga sengaja dipilih karena lekat dengan kearifan lokal yang berarti bagus atau tertata.
Proyek aksi perubahan tersebut sukses diterapkan secara massal di Kecamatan Ponrang.
Melalui sentuhan inovasinya, Nilma tidak hanya membagikan teori di dalam ruangan, melainkan turun langsung mengedukasi emak-emak pedesaan.
Warga diajarkan teknik fermentasi sederhana guna mengubah limbah sayuran dan sisa dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bernilai guna tinggi.
Raih Pujian Langsung dari Istri Bupati Luwu
Kreativitas yang digagas oleh Nilma Aprianti ini langsung memantik perhatian dan pujian dari Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Kurnia Patahudding.
Kurnia secara terbuka mengapresiasi etos kerja Nilma. Menurutnya, terobosan ini harus menjadi cetak biru (blueprint) dan contoh ideal bagi para ASN muda lainnya di daerah agar mampu melahirkan program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat bawah.
“Ini adalah inovasi yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi ASN lain untuk menghadirkan program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Kurnia Patahudding memberikan suntikan motivasi harian, Rabu (20/05/2026).
Misi Besar: Mengubah Persepsi Terhadap Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Muhammad Iqbal Halwi, menyatakan dukungannya secara penuh terhadap proyek yang dirancang oleh staf mudanya tersebut.
Menurut Iqbal, program MASSIPA’NA yang dibawa Nilma menjadi amunisi baru bagi dinas dalam menyosialisasikan gerakan pilah sampah dari rumah.
Melalui edukasi ini, Nilma dinilai berhasil mendorong perubahan pola pikir (mindset) di tingkat keluarga.
“Sedikit demi sedikit, warga kini mulai sadar bahwa limbah domestik yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan dan pemicu bau, ternyata bisa dikonversi menjadi produk penyubur tanaman yang memiliki nilai ekonomis,” ujar Iqbal.
Gerakan mandiri sampah dari dapur ini juga mulai diselaraskan dengan program sanitasi milik Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Langkah taktis dari seorang CPNS baru ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh kecamatan di Luwu untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari tumpukan sampah organik.

