Tekstur Tanah Berubah, Penyebab Banjir Luwu Utara Akhirnya Terungkap

Thalita
2 Min Read
Rapat Siaga Darurat Bencana yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) (Sumber: Humas IKP Lutra)

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara akhirnya mengungkap penyebab ilmiah di balik meluasnya bencana banjir harian yang merendam sejumlah wilayah kecamatan di daerah itu.

Tingginya intensitas curah hujan secara terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir terbukti memicu perubahan tekstur tanah secara drastis.

Kondisi perubahan struktur sosiologis tanah tersebut mengakibatkan tingkat kejenuhan air meningkat, sehingga daya serap tanah terhadap limpasan air permukaan menurun tajam.

Fenomena alam ini terungkap dalam Rapat Siaga Darurat Bencana yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) di Command Center, Senin (18/05/2026) kemarin.

“Dengan kondisi ini, penanganan dini bagi masyarakat terdampak harus segera dilaksanakan. Identifikasi permasalahan secara faktual di lapangan menjadi prioritas utama kami,” tegas Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim saat memimpin jalannya koordinasi utama.

Mitigasi Terpadu Lewat Dokumen RPB

Guna menyiasati penurunan daya serap tanah tersebut, pemda bergerak cepat menggodok Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB).

Melalui instrumen regulasi ini, pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan sistem perencanaan, mitigasi, dan respons cepat kebencanaan secara lebih terpadu.

Cetak biru penanganan ini nantinya akan diturunkan secara hierarki hingga menyentuh tingkat kecamatan dan desa.

Langkah taktis ini menjadi sangat krusial mengingat lima wilayah strategis, yakni Kecamatan Mappedeceng, Malangke, Malangke Barat, Bone-Bone, dan Baebunta Selatan kini berada dalam status Tanggap Darurat.

Andi Rahim juga menginstruksikan seluruh jajaran kepala OPD dan camat untuk terus bersiaga penuh di posko wilayah masing-masing.

“Aparat penanggung jawab dilarang meninggalkan lokasi sebelum memastikan kebutuhan logistik dasar warga terpenuhi dengan baik,” ujar Andi Rahim.

Komitmen Pemulihan Hingga Pasca-Bencana

Pemerintah daerah menjamin akan terus mengawal seluruh rangkaian penyelamatan dan hadir di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen proteksi kemanusiaan ini tidak hanya berjalan selama fase darurat air, melainkan hingga tahap pemulihan fisik lingkungan pascabencana.

Pemkab Luwu Utara mengimbau seluruh elemen warga untuk meningkatkan kewaspadaan dini secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Masyarakat diminta untuk segera memanfaatkan jalur komunikasi darurat dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila membutuhkan evakuasi maupun bantuan logistik mendesak.

Share This Article