Bantu Warga Miskin, Pemkab Lutra Siap Subsidi Pelatihan Alat Berat

Thalita
3 Min Read
Bupati Luwu Utara Andi Rahim siap biayai warga miskin lewat APBD untuk ikut pelatihan operator alat berat (Sumber: setda.luwuutarakab.go.id)

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara siap mengalokasikan anggaran khusus dari APBD untuk membiayai warga dari keluarga tidak mampu yang ingin mengikuti pelatihan operator alat berat.

Kebijakan ini diambil guna mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten sekaligus mendongkrak taraf ekonomi masyarakat kelas bawah.

Komitmen keberpihakan anggaran tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim saat meluncurkan Program Pelatihan Operator Alat Berat PT POHES-18.

Agenda peluncuran Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) ini berpusat di Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Selasa (19/05/2026).

“Bagi keluarga tidak mampu yang ingin mengikuti pelatihan ini, pemerintah siap menganggarkan dari APBD. Langkah ini penting agar mereka bisa mendapatkan keahlian dan meningkatkan taraf ekonomi yang lebih baik,” tegas Andi Rahim.

Siap Pasok Tenaga Kerja Sektor Tambang dan Konstruksi

Andi Rahim menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen PT POHES-18 yang telah hadir berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Saat ini, pangsa pasar dan kebutuhan industri terhadap operator ekskavator yang andal terhitung sangat tinggi di tingkat regional maupun nasional.

Melalui pelatihan terstruktur ini, pemda berharap lahir para operator yang terampil, berdaya saing tinggi, serta langsung terserap di sektor pertambangan dan konstruksi.

Nilai tambah utama dari program ini adalah kepemilikan Surat Izin Operasi (SIO) resmi yang diterbitkan oleh Kemnaker RI.

Peluncuran program taktis ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, camat, serta tokoh masyarakat Sabbang.

Kehadiran LPKS bersertifikasi nasional ini dinilai menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Bumi Lamaranginang.

Metode 70 Persen Praktik Lapangan dan Proteksi Asuransi

Pimpinan PT POHES-18, Sukatmono, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai ruang akselerasi kemampuan masyarakat di tengah melimpahnya potensi sumber daya alam Luwu Utara. Metode pembelajaran akan berlangsung intensif selama 45 hari kalender secara berkala.

Sistem pengajaran menerapkan porsi 70 persen praktik langsung di lapangan dan 30 persen pendalaman teori dengan materi utama pengoperasian ekskavator.

Untuk menjamin keselamatan kerja, setiap peserta pelatihan otomatis dilindungi oleh fasilitas asuransi kesehatan resmi.

“Syarat peserta minimal berijazah SMA atau sederajat. Kami berharap pelatihan ini menjadi titik awal peningkatan kualitas tenaga kerja lokal yang kompeten, sekaligus memicu kemandirian ekonomi masyarakat ke depan,” pungkas Sukatmono.

Share This Article