Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Delapan Siswa dari Daerah Konflik, Ikuti UN di Kantor Polisi
News

Delapan Siswa dari Daerah Konflik, Ikuti UN di Kantor Polisi

Asdhar
Asdhar
15 April 2014
Share
1 Min Read
SHARE

Sebanyak delapan siswa yang tinggal di daerah konflik Laba-Rompu, terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di aula Mapolres Luwu Utara (Lutra). Tidak hanya proses ujian, delapan siswa itu terpaksa harus menginap di kantor polisi tersebut karena khawatir jika harus pulang pergi ke rumah mereka setiap hari.

Pantauan luwuraya.com, terdapat enam siswa yang mengikuti ujian di aula Mapolres Palopo itu, dua diantaranya adalah siswa perempuan, yang berasal dari 3 sekolah berbeda, yakni lima siswa dari MAN Masamba, dua orang dari SMK 1 Masamba, dan satu siswa dari SMA Negeri 1 Masamba.

Pemindahan lokasi ujian ke Mapolres Lutra itu atas dasar pertimbangan keamanan. Apalagi, lokasi MAN Masamba yang berada di Desa Laba yang merupakan daerah yang tengah terjadi konflik.

Baca Juga

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

Proses pelaksanaan ujian sendiri diawasi langsung oleh Dinas Pendidikan Luwu Utara, dan tim pengawas independen dari Universitas Hasanuddin.

Untuk diketahui, dua desa di Luwu Utara terlibat konflik pasca pembunuhan satu orang warga Desa Laba. Hingga kini, warga di dua desa masih takut untuk beraktifitas, karena khawatir adanya aksi balasan maupun serangan dari salah satu pihak.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Husler Dan Andi Makkarateng Pantau UN di Enam Sekolah
Next Article Diduga Pelayanan Buruk, Bayi Baru Lahir Ini Meninggal
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

PKK Luwu Timur ikut evaluasi imunisasi Zero Dose di Sulsel. Meski capaian…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
Video

Menilik Kejayaan Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?