Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Diduga Pelayanan Buruk, Bayi Baru Lahir Ini Meninggal
Metro

Diduga Pelayanan Buruk, Bayi Baru Lahir Ini Meninggal

Asdhar
Asdhar
16 April 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Masyarakat Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur menyayangkan pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wasuponda yang diduga sangat buruk atau diduga tidak sesuai standard operating procedure (SOP) dalam menangani pasien hingga berujung pada meninggalnya seorang bayi yang baru lahir.

Informasi yang dihimpun, jika salah seorang warga Kecamatan Wasuponda berniat ingin bersalin di Puskesmas Wasuponda namun dua bidan yang bertugas pada jum’at malam ini terlihat santai dan tidak melayani pasien yang kelihatan pucat dan kesakitan hingga menunggu berjam-jam di bangku depan teras ruang bersalin ini.

Tidak tenang melihat kondisi anaknya yang kesakitan, orang tuanya pun nekat menghampiri dua bidan ini untuk meminta pertolongan, namun dua bidan ini baru mempersilahkan pasien tersebut namun disambut dengan nada kesal. Setelah ditangani, bayi ini pun berhasil dikeluarkan dengan yang sangat lemah hingga harus ditempatkan dalam tabung incubator (tempat bayi prematur).

Baca Juga

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

Namun kondisi bayi ini sangat mengkwatirkan hingga keluarga menyarangkan agar bayi ini dirujuk kerumah sakit PT Vale namun ditolak oleh dokter jaga dengan alasan harus dilakukan observasi selama dua jam. Keluarga korbanpun menyetujui saran dari dokter jaga namun dokter tak pernah melakukan observasi hingga bayi ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Wawan ayah dari bayi ini mengatakan jika dirinya sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas Wasuponda. Menurutnya, apakah hanya karena gratis sampai keluarganya tidak diperlakukan dengan baik sebagai pasien.

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wasuponda,” ungkap Wawan melalui jejaring sosialnya.

Dirinya menceritakan, saat bayinya sudah tidak bernyawa lagi, keluarga mencoba membangunkan dua bidan ini dari tidurnya namun bidan tersebut hanya menjawab saya tidak tahu.

“Dimanakah tanggung jawab bidan yang seharus memperhatikan pasien yang sedang kritis, kok lebih mengutamakan tidurnya dari pada pasiennya, apakah lebih mahal harga tidurnya dari pada nyawa anakku,” ungkap Wawan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Wasuponda, Reny yang coba dikonfirmasi awak media melalui via telepon, Selasa (15/04/14) tidak berhasil. Handponenya dalam keadaan tidak aktif.

Namun, informasi yang dihimpun, pagi ini pihak keluarga korban akan bertemu dengan pengelola puskesmas yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Wasuponda, untuk membicarakan masalah dugaan kelalaian petugas tersebut.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Delapan Siswa dari Daerah Konflik, Ikuti UN di Kantor Polisi
Next Article Berkas Kasus Dugaan Korupsi Desa Lagego Dilimpahkan
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?