Ratusan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Baebunta, Kabupaten Luwu Utara menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolahnya, Senin (1/01/2014) pagi tadi.
Dalam aksinya, siswa membentangkan spanduk dan melakukan orasi meminta kepala sekolah (Kasek) Ibrahim Nasir turun dari jabatannya karena dinilai tidak transparan dalam menggunakan Dana Bantuan Sekolah (BOS).
Pantauan Luwuraya.com, siswa ini melakukan aksi demonstrasi sejak pukul 07.00 wita pagi ini sehingga upacara pengibaran bendera dan proses belajar mengajar tidak dilaksanakan.
Afrianto, siswa kelas XII SMAN I Baebunta mengatakan selain tidak transparan dalam menggunakan dana bantuan sekolah, mereka juga mengaku kecewa dengan tindakan kepala sekolah dimana setiap siswa diwajibkan membawa Cet untuk kepentingan keindahan sekolah.
“Siswa juga diwajibkan membawa semen satu sak setiap kelompok namun kalau siswa tidak membawa yang disuruhkan maka siswa di ancam untuk tidak mengikuti mata pelajaran,” ungkap Afrianto.
Bukan hanya itu, kata Afrianto, ruang belajar kristen juga tidak memiliki kursi dan meja belajar. “Sekolah SMAN I Baebunta seperti milik pribadinya saja, oleh karena itu, kami mau kepala sekolah diganti,” ungkapnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

