Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Dinilai Tidak Transparan, Siswa Minta Kasek Dicopot
Metro

Dinilai Tidak Transparan, Siswa Minta Kasek Dicopot

Asdhar
Asdhar
1 Desember 2014
Share
1 Min Read
SHARE

Ratusan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Baebunta, Kabupaten Luwu Utara menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolahnya, Senin (1/01/2014) pagi tadi.

Dalam aksinya, siswa membentangkan spanduk dan melakukan orasi meminta kepala sekolah (Kasek) Ibrahim Nasir turun dari jabatannya karena dinilai tidak transparan dalam menggunakan Dana Bantuan Sekolah (BOS).

Pantauan Luwuraya.com, siswa ini melakukan aksi demonstrasi sejak pukul 07.00 wita pagi ini sehingga upacara pengibaran bendera dan proses belajar mengajar tidak dilaksanakan.

Baca Juga

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

Afrianto, siswa kelas XII SMAN I Baebunta mengatakan selain tidak transparan dalam menggunakan dana bantuan sekolah, mereka juga mengaku kecewa dengan tindakan kepala sekolah dimana setiap siswa diwajibkan membawa Cet untuk kepentingan keindahan sekolah.

“Siswa juga diwajibkan membawa semen satu sak setiap kelompok namun kalau siswa tidak membawa yang disuruhkan maka siswa di ancam untuk tidak mengikuti mata pelajaran,” ungkap Afrianto.

Bukan hanya itu, kata Afrianto, ruang belajar kristen juga tidak memiliki kursi dan meja belajar. “Sekolah SMAN I Baebunta seperti milik pribadinya saja, oleh karena itu, kami mau kepala sekolah diganti,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional
Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Empat Kelompok Peduli Pasca Bencana di Bentuk
Next Article Polisi Amankan Guru Pelaku Penganiayaan
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

PKK Luwu Timur ikut evaluasi imunisasi Zero Dose di Sulsel. Meski capaian…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
Video

Menilik Kejayaan Lada Luwu Timur: ‘Emas Hitam dari Timur’ yang Mendunia

4 Mei 2026
Pendidikan

Luwu Timur Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Deep Learning

4 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?