Firman, guru Biologi di SMAN 1 Belopa diamankan di Kepolisian Sektor (Polsek) Belopa usai melakukan tindakan penganiayaan terhadap muridnya, Muhammad Arif beberapa hari yang lalu.
“Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini, makanya kami berinisiatif mengamankan Firman di polsek,” ungkap AKP Phiter Marimbun, Kapolsek Belopa.
Menurutnya, kasus dugaan penganiayaan ini terus dilakukan penyelidikan. “Kita sudah memeriksa beberapa saksi termasuk guru dan siswa. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Phiter.
Dikonfirmasi terpisah, Firman membantah telah melakukan penganiayaan terhadap siswanya, Muhammad Arif hingga mengakibatkan patah pada tulang rusuknya.
“Saya hanya menepuk bahu sebelah kanan Muhammad Arif, bukan memukul.” “Semua teman-teman guru yang ada di ruangan Bimbingan Konseling juga bersedia memberikan kesaksian jika saya tidak memukul Arif,” ungkap Firman.
Menurutnya, tuduhan tersebut hanya sengaja dibuat-buat. “Sehari setelah saya menepuk bahunya, Arif masih beraktifitas seperti biasanya dan tidak memperlihatkan tanda-tanda jika dia menahan rasa sakit,” ungkap Firman.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

