Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Jumlah Pegawai di DPPKAD Palopo ‘Bengkak’, Wawali Janji Lakukan Evaluasi
Metro

Jumlah Pegawai di DPPKAD Palopo ‘Bengkak’, Wawali Janji Lakukan Evaluasi

Asdhar
Asdhar
9 Juli 2013
Share
3 Min Read
SHARE

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan , dan Aset Daerah (DPPKAD), Munasirah mengeluhkan jumlah pegawai, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Honorer, maupun tenaga sukarela, yang berada di instansi yang dipimpinnya.

Pasalnya, kelebihan jumlah pegawai itu dinilai cukup memberatkan belanja SKPD yang dipimpinnya itu. Keluhan Munasirah ini disampaikan langsung kepada Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin saat melakukan inspensi mendadak ke Kantor DPPKAD Kota Palopo, Selasa (9/7/13) siang tadi.

Menurut Munasirah, jumlah keseluruhan pegawai di instansi yang dipimpinnya mencapai 330 orang, yang terdiri dari 134 PNS, dan sisanya merupakan tenaga honorer dan sukarela. Namun, menurutnya, keaktifan kerja pegawai di DPPKAD Palopo itu juga beleh dibilang cukup rendah, pasalnya sejumlah PNS kerap tidak hadir bekerja setiap harinya.

Baca Juga

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

Menurutnya, dirinya tidak berdaya untuk menahan laju jumlah pegawai yang ‘bengkak’ tersebut, disebabkan karena kondisi itu sudah terjadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala dinas, selain itu sejumlah tenaga sukarela maupun honorer juga kerap membawa surat kawat dari pejabat tertentu untuk ditempatkan bertugas di instansi yang dipimpinnya.

“Saya tidak punya daya selaku kepala dinas, kondisi ini sudah kami laporkan kepada Badan kepegawaian Daerah (BKD) namun belum ada tindakan untuk menekan jumlah pegawai di dinas kami,” ujar Munasirah.

Menariknya, Munasirah menyebutkan gelombang besar honorer maupun tenaga sukarela yang ditugaskan di dinasnya itu membludak disaat momentum Pemilukada Palopo lalu.

Apakah penerimaan terhadap pegawai honorer dan sukarela tetap berjalan hingga saat ini? Munasirah menyebutkan jika hingga saat ini masih tetap ada honorer ataupun sukarela yang mengajukan permohonan untuk ditugaskan di DPPKAD Palopo.

“Masih ada yang bawa surat kawat untuk bertugas disini, namun kami tolak dengan pertimbangan jumlah pegawai yang sudah cukup besar, kami hanya menerima mereka yang memiliki keahlian khusus, misalnya keahlian akuntasi, komputer, atau bidang lain yang memang benar-benar dibutuhkan,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Akhmad Syarifuddin berjanji akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan pegawai, termasuk kinerja masing-masing pegawai. “Untuk itu, saya meminta data absensi pegawai, seluruhnya termasuk PNS, honorer, maupun sukarela, untuk kita evaluasi keberadaan mereka, jika malas, akan kita keluarkan sanksi tegas,” ujarnya.

Asdhar

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article 56 Pejabat di Lutim Dimutasi
Next Article Jumlah Pegawai 330 Orang, Kadis Mengaku Hanya Butuh 100 Orang
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?