Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Marak Pencurian, Warga Transmigrasi Di Lutim Minta Pos Pengamanan
Hukum

Marak Pencurian, Warga Transmigrasi Di Lutim Minta Pos Pengamanan

Asdhar
Asdhar
21 Mei 2014
Share
3 Min Read
SHARE

Warga transmigrasi di lima desa yang ada di Kabupaten Luwu Timur yang mayoritas sebagai petani merica sangat mengeluh dengan maraknya kejadian pencurian buah merica yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Dari lima desa tersebut yakni Desa Kalosi, Limbukan Mandiri, Buangin, Mahalona dan Tole Kecamatan Towuti.

“Beberapa bulan terakhir hingga saat ini pencurian buah merica masih kerap terjadi didesa kami sehingga pekerjaan yang dulunya hanya merawat merica juga bertambah menjadi mengawasi pencuri,” ungkap Aksan salah seorang warga desa Kalosi ini.

Menurutnya, selain mengambil merica yang sudah dikeringkan. Maling ini juga nekat memetik buah merica sendiri ketika pemiliknya sudah meninggalkan kebunnya, sehingga rasa aman yang ada didesa ini sangat terganggu dengan maraknya pencurian tersebut.

Baca Juga

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian
Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

“Bukan cuma merica kering yang dia ambil bahkan buah merica yang masih tergantung dipohon juga disikatnya ketika pemilik kebun sudah pulang,” ungkap Aksan.

Selain Aksan, Warga Desa Limbukan Mandiri, Hajar juga ikut prihatin dengan maraknya pencurian buah merica ini. Dirinya berharap agar pemerintah bersama aparat kepolisian dapat memberikan solusi agar maling buah merica ini dapat segera ditangkap.

“Kami sangat resah dengan maraknya pencurian merica. Olehnya itu, kami berharap agar pemerintah dan pihak kepolisian dapat mencarikan solusi atau kalau bisa dibuatkan pos polisi untuk menciptakan rasa aman didesa kami ini,” ungkap Hajar.

Kepala Dinas (Kadis) Tenagakerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Luwu Timur, Mas’ud Masse yang ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/05/14) mengatakan jika kejadian ini sudah disikapi sejak beberapa bulan kemarin dengan melakukan koordinasi terhadap Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana dalam rangka membuat cipta kondisi dan rasa aman dilima desa penghasil merica ini.

Setelah melakukan koordinasi dengan Kapolres Kata Mas’ud, dirinya langsung turun bersama-sama dengan Kapolres untuk meninjau lokasi dan melihat kondisi serta bertemu langsung dengan warga setempat.

“Usai lakukan koordinasi kami langsung turun bersama Kapolres meninjau lokasi pada saat itu dengan harapan masyarakat agar dibuatkan pos pengamanan dengan jaminan bahwa masyarakat setempat sendiri yang akan membangun pos tersebut,” ungkap Mas’ud mantan Kadis Koperindag Luwu Timur ini.

Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan jika dirinya juga tengah berkoordinasi dengan pimpinan terkait pos pengamanan yang akan dibagun dari hasil swadaya masyarakat ini.

“Pada dasarnya kami tetap setuju apalagi dalam rangka menciptakan kondisi dan rasa aman kepada warga didesa tersebut namun terlepas dari pada itu kami juga tetap melakukan koordinasi dengan pimpinan yakni Kapolda,” ungkap Rio.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Sungai Amassangan Kian Mengkhawatirkan, Pemkot Palopo Minta BBWS Segera Turun Tangan
Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai
Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional
Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jalan Licin, Mobil Truk Ini Terbalik
Next Article Husler Ingatkan Pelajar Tidak Konvoi
Pendidikan

Luwu Timur Targetkan Nol Anak Putus Sekolah, Irwan: Dari TK Sampai Kuliah Kami Biayai

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan Luwu Timur menargetkan bebas anak putus sekolah…

7 Mei 2026
Pendidikan

Guru Bahasa Inggris Akan Dilatih di Luar Negeri, Target Cetak Trainer Internasional

Sebanyak 15 guru Bahasa Inggris Luwu Timur disiapkan mengikuti pelatihan profesional di…

7 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

6 Mei 2026
Metro

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa

6 Mei 2026
Metro

PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

6 Mei 2026
Metro

Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?