Pembuatan Arena Motor Cross Disorot Warga

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motor Cross dan Grass track akan berlangsung di desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Mei mendatang.

Saat ini panitia mulai mempersiapkan seluruh kebutuhan dalam acara itu, termasuk arena yang akan digunakan oleh pecinta motor cross nantinya.

Namun begitu, pembuatan arena tersebut malah mendapat tanggapan negatif dari warga setempat. Sebut saja, Utta Siddik. Menurutnya, pekerjaan arena motor cross tersebut dinilai telah memberikan musibah bagi warga.

Pasalnya, pada sekitar arena motor cross itu telah dipenuhi lumpur, bahkan sumur warga juga ikut keruh karena lumpur. Bukan hanya itu, kata Utta, halaman rumah warga serta kebun warga telah dipenuhi dengan lumpur.

Dirinya pun berharap agar pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil sikap atas kondisi yang meresahkan warga sekitar. “Pemda harus menghentikan proses pekerjaan arena itu dan mencabut izin yang telah dikeluarkan,” ungkapnya.

Sebelum melakukan kegiatan, lanjut Utta, panitia bersama – sama dengan pihak Bapedalda terlebih dahulu melakukan kajian atas dampak lingkungan yang nantinya akan ditimbulkan.

“Pembangunan arena juga tidak didahului dengan sosialisasi kepada warga sekitar. Kami menolak pembangunan arena moto cross karena tidak prosedural dan memberikan dampak buruk kepada warga. Ini bencana bagi kami,” tegas Utta.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Mangkutana, Kamal Rasyid mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kepada desa, kepala dusun dan RT untuk mempertemukan warga setempat dengan penyelenggara agar diatasi secara kekeluargaan.

Bahkan, dirinya juga telah meminta kepada panitia pelaksana agar turun meninjau lokasi itu sebab masalah tersebut juga merupakan tanggung jawab panitia.

Selain itu, kata Kamal, pihaknya melalui dusun juga telah turun melakukan inventarisasi masalah keluhan warga, kerusakan yang ditimbulkan, apakah sudah ada yang gagal panen dan sebagainya.

“Saya telah memerintahkan kepala desa melalui dusun untuk turun mencatat atau merekap kerusakan yang ditimbulkan. Kalau memang persoalan ini diperlukan dari tim kabupaten kenapa tidak kita turunkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, langkah yang dilakukan saat ini selain mempertemukan warga dengan panitia juga menginventarisasi atau merekap apa saja kerusakan dari warga.

“Kita rekap dulu kemudian dilakukan kajian bersama – sama, setelah adanya hasil inventarisasi baru kita mencarikan solusi untuk warga yang terkena dampak,” ungkap Kamal.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser