Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » PT Vale Indonesia Terapkan Mekanisme Baru, Warga Protes
Ekonomi

PT Vale Indonesia Terapkan Mekanisme Baru, Warga Protes

Asdhar
Asdhar
3 Juli 2013
Share
3 Min Read
SHARE

Protes warga Wasuponda dan sekitarnya, yang dilakukan dalam demonstrasi sejak Rabu (19/6/13) lalu, ternyata dilatar belakangi oleh penerapan mekanisme baru pencairan dana Community Development (Comdev) PT Vale Indonesia.

Pantauan luwuraya.com, hingga Selasa (2/7/13), warga tampak masih melakukan aksi demonstrasi dengan tuntutan serupa, yakni menuntut pencairan sekitar 500 proposal pengajuan kegiatan untuk memperoleh dana Comdev itu.

Aksi tersebut berlangsung sejak pagi hingga menjelang malam. Mereka menghadang dan tak memberi akses jalan bagi karyawan PT Vale hingga kontraktor. Dalam pantauan, terlihat beberapa ibu-ibu yang rela duduk di badan jalan. Mereka berteriak-teriak dan meminta semua kendaraan untuk berhenti.

Baca Juga

Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

Koordinator aksi, Obet Mallua dalam surat pernyataannya mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi untuk meminta jaminan dan kepastian pencairan anggaran proposal kegiatan masyarakat yang jumlahnya sekitar 500 buah sejak tahun 2012.

Sebelumnya pada 25 Juni, aksi serupa juga digelar dengan tuntutan yang sama. “Ini adalah aksi lanjutan untuk meminta komitmen dan tanggung jawab PT Vale,” kata Obbet Mallua, dalam surat pernyataannya.

Sementara itu, sejak Februari 2013 hingga saat ini, program Comdev yang telah berganti nama menjadi Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat (PTPM), telah menerapkan mekanisme baru dalam pencairan anggarannya, salah satunya yakni kewajiban untuk memperoleh persetujuan dari perangkat pemerintah

PT Vale bersama Pemerintah Daerah dan Masyarakat melakukan kesepakatan pembangunan tiga pilar untuk mendukung visi rencana pembangunan Luwu Timur menjadi kabupaten agroindustri.

Dalam program itu juga disimpulkan jika, PT Vale bersama Pemerintah Daerah telah melakukan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan untuk  kegiatan tahun 2012. Hasilnya, ditemukan beberapa kelemahan dan program yang tidak tepat sasaran. Termasuk dugaan proposal fiktif.

“Kerjasama tiga pilar ini, akan menjadikan proses pemberdayaan semakin transparan. Sebab program akan tertata dengan rapi,” kata Jalal, pengamat CSR Indonesia beberapa waktu lalu di gedung Simpurusiang, Malili.

Untuk itu, pada 17-20 Juni 2013, PT Vale bersama perangkat kecamatan dan SKPD terkait melakukan workshop perencanaan strategi lima tahunan PTPM. Salah satunya merancang pengelolaan Panduan Teknis Operasional (PTO) tentang mekanisme program pemberdayaan, seperti peruntukkan bantuan harus pada masyarakat miskin.

“Semoga pelatihan tentang pengelolaan dana Commdev (PTPM, red) kedepannya akan membuat kemitraan tiga pilar (PT Vale, Pemerintah Daerah dan Masyarakat) sinergis,” kata Wakil Bupati Luwu Timur Thoriq Husler, saat Workshop PTPM itu digelar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan antara warga dan PT Vale Indonesia terkait tuntutan masyarakat tersebut. Warga mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Asdhar

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pro Kontra Rencana Kenaikan Tarif PDAM Palopo
Next Article Jelang Ramadhan, Badan Ketahanan Pangan Palopo Tertibkan Produk Kadaluarsa
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Pendidikan

Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?