Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Saat Longsor, Warga Awalnya Menduga Terjadi Gempa
Metro

Saat Longsor, Warga Awalnya Menduga Terjadi Gempa

Asdhar
Asdhar
12 Mei 2017
Share
4 Min Read
SHARE

 

Musibah tanah longsor telah terjadi di dusun Ujung Batu, desa Maliwowo, kecamatan Angkona, kabupaten Luwu Timur, Jum’at 12 Mei sekitar pukul 05.30 wita pagi tadi, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Longsor yang menimbun sebanyak 14 rumah warga itu mengakibatkan tujuh warga meninggal dunia.

Tidak ada yang menduga akan terjadi bencana, apalagi bencana longsor terjadi di pagi hari disaat sebagian besar warga belum beraktifitas. Apalagi disaat itu, hujan mengguyur dengan deras.

Baca Juga

Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan

Seorang warga Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Sukardi mengatakan hujan deras sudah mengguyur sejak malam hari. Dia mengaku tidak memiliki firasat apapun, dirinya saat itu baru saja terbangun dan belum melakukan aktifitas apa-apa karena hujan lebat masih mengguyur.

“Tiba-tiba terasa tanah begetar, awalnya saya menyangka terjadi gempa bumi, sehingga secara refleks langsung berlari keluar rumah,” ujar Sukardi yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Saat berada di luar rumah, dia mengaku Ia mengaku panik saat melihat jalan poros tersebut sudah tertutupi oleh tanah akibat longsor.

“Jalan sudah dipenuhi tanah, ada juga rumah yang tertutupi material tanah,saya langsung mendatangi rumah korban yang diketahui bernama, Nanni. Rumah ini telah tertutupi separuh oleh tanah. Saat mendekati rumah itu, saya melihat tiga korban yakni Nanni, Sandi dan Sindi sudah tergeletak yang langsung saya evakuasi menjauhi lokasi longsor dibantu para tetangga lainnya,” ujar Sukardi.

Tiga orang yang dievakuasi itu, satu orang sudah meninggal dunia yakni pemilik rumah, Nanni, sementara dua lainnya yaitu Sandi dan Sindi masih selamat hanya mengalami luka.

Sukardi mengaku, tidak bisa bertindak lebih banyak saat itu untuk menolong korban lainnya, karena tanah masih terus bergerak, yang dikhawatirkan justru akan membahayakan diri sendiri. “Nanti setelah kondisi tanah sudah mulai stabil, serta bantuan dari pemerintah sudah berdatangan, baru dilakukan evakuasi terhadap korban lainnya.

Evakuasi korban dilakukan terhadap Erna, Sri dan seorang balita yakni Sul, yang memakan waktu cukup lama. Soalnya, ketiga korban ini berada dibawah mobil dump truck dengan tertutupi tumpukan kayu dan tanah.

Bahkan, pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, menerjunkan satu unit excavator untuk memindahkan kayu dan menggali tumpukan tanah. Sesekali ekscavator tersebut mengangkat dump truck itu untuk memudahkan korban dievakuasi. Kedua korban yang lebih dahulu dievakuasi yakni Sri dan Sul ditarik keluar oleh warga dan langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat.

Sementara korban lainnya, Erna masih berada dalam tumpukan tanah dan masih terus dilakukan evakuasi. Hingga pukul 16.30 Wita sore tadi, proses evcakuasi terhadap Erna masih belum berhasil dilakukan.

Dari data yang diperoleh, Korban yang meninggal dunia dalam kejadian ini berjumlah tujuh orang, termasuk Erna yang masih dalam tahap evakuasi.

Berikut nama – nama korban meninggal dunia dan luka – luka akibat musibah tanah longsor yang terjadi didusun Ujung Batu, desa Maliwowo, Jum’at 12 Mei sekitar pukul 06.00 wita. Tujuh warga yang meninggal dunia yakni, Darwis, Oga, Nanni, Erna, Sri, Sul dan Haerul. Sementara luka – luka, Sandi, Sindi, M Sandi, Ical, Emi, Gummang, M Candra.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan
Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article BPBD Lutim : Jalan Tran Sulawesi Poros Sulsel – Sultra Belum Bisa Diakses
Next Article Video | Seperti Ini Kerusakan Akibat Longsor Maliwowo
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?