UPT SMP Negeri 2 Malili berhasil menempati peringkat pertama Rapor Pendidikan SMP Tahun 2026 se-Kabupaten Luwu Timur.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Rapor Pendidikan yang dirilis pemerintah menjadi indikator komprehensif yang menilai kualitas sekolah, mulai dari kemampuan literasi dan numerasi siswa, karakter, hingga lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Rapor Pendidikan disusun berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh, termasuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran, kualitas pengelolaan sekolah, hingga pemerataan layanan pendidikan.
Berdasarkan data Kemendikdasmen RI, peserta l Asesmen Nasional di Kabupaten Luwu Timur terdiri dari 519 Sekolah, 481 Kepala Sekolah, 4.628 Pendidik, dan 8.389 murid mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga sekolajh menengah atas/kejuruan.
Sejak diperkenalkan pada 2022, instrumen ini menjadi rujukan penting bagi sekolah dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan berbasis data.
Kerja Kolektif Jadi Kunci
Kepala UPT SMP Negeri 2 Malili, Darmawati, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen sekolah.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras bersama. Guru, siswa, orang tua, hingga komite sekolah memiliki peran besar dalam pencapaian ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dalam upacara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Wotu, Senin (4/5/2026). Momentum ini sekaligus menjadi sorotan atas upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Irwan memberikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang terus berinovasi. Ia berharap capaian SMPN 2 Malili dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan generasi unggul yang berkarakter.
Tantangan Berikutnya: Konsistensi dan Inovasi
Meski berhasil meraih peringkat tertinggi, tantangan ke depan tidak ringan. Konsistensi dalam menjaga kualitas pembelajaran serta adaptasi terhadap kebutuhan siswa menjadi kunci agar capaian ini tidak sekadar bersifat sesaat.
Pihak sekolah pun menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih relevan dan berpihak pada kebutuhan siswa.





