Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Tinggal di Gubuk Reot 5×6 Meter, Hasbi Luput dari Bantuan Pemerintah
MetroNews

Tinggal di Gubuk Reot 5×6 Meter, Hasbi Luput dari Bantuan Pemerintah

Asdhar
Asdhar
16 September 2019
Share
2 Min Read
SHARE

LUWU – Hasbi, warga Dusun Nyamen, Desa Dampan, Kecamatan Bastem Utara, Luwu, Sulawesi Selatan, hanya menggandalkan gula merah aren, untuk menopang ekonomi keluarganya. Setahun lalu, rumahnya habis terbakar. Tak ada harta benda yang berhasil diselamatkan.

Kini, dia bersama 10 orang anaknya, harus rela tinggal di gubuk reot, berukuran 5×6 meter. Gubuk beralas tanah dan dinding terpal yang mulai koyak. “Ada beberapa lembar bantuan atap seng dari Pemerintah, tapi kami jadikan dinding, karena terpal buat dinding, sudah banyak yang koyak,” kata Hasbi.

Jika sedang tak punya uang, dan beras habis, Hasbi harus ke hutan, mencari sikappa. Sikappa adalah umbi-umbian beracun, yang diolah menjadi makanan, pengganti beras.

Baca Juga

Dibanjiri Reklame Liar, Pemkot Palopo Turun Tertibkan Iklan Tak Berizin
AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

“Tapi sekarang musim kemarau, sikappa sulit didapat, jadi kami kadang cari pisang saja,” katanya.

Pasca rumahnya terbakar, dua tahun lalu. Hasbi hanya sekali mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Itupun hanya terpal dan sembako. Setelah itu, tak pernah lagi. Bantuan bedah rumah dari Pemkab Luwu, tidak diperolehnya.

Sementara itu, dua dari 10 anaknya, masih bersekolah di SDN 639 Topondan, Desa Barana. Adalah Nova dan Salam. Keduanya setiap hari berjalan kaki sejauh 8 kilometer, pulang pergi.

“Seragam sekolah dan sepatu tidak mampu kami beli, jadi pakai sendal dan baju kaos biasa, ke sekolah,” ujarnya.

Rohaya, guru di SDN 639 Topondan, mengaku prihatin melihat kondisi anak didiknya itu. Namun dia hanya bisa mendoakan, agar Nova dan keluarganya, segera mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman
Imunisasi Anak Masih Jadi Sorotan, PKK Luwu Timur Ikut Evaluasi Program Zero Dose di Gowa
PAD Tertekan, Dishub Palopo Buka Titik Layanan Baru untuk Dongkrak Pendapatan
Pemkab Luwu Timur Dukung Penambahan Kapal Basarnas untuk Perkuat Layanan SAR
Siswa Luwu Timur Nur Aqila Ikut Bintang Sobat SMP 2026, Siap Bersaing Skala Nasional
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article DPRD luwu Timur Ikuti Orientasi Bekerjasama Dengan BPSDM Sulsel
Next Article Husler Pimpin Upacara HUT PMI Ke-74 Tingkat Kabupaten Luwu Timur
Pendidikan

AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

AI mulai masuk ke dunia pendidikan. Guru di Luwu Timur dituntut adaptif…

6 Mei 2026
Pendidikan

Duta Genre Luwu Timur 2025, Revalina: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Revalina, Duta Genre Luwu Timur 2025, ungkap peran SMPN 2 Malili dalam…

6 Mei 2026

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Permenaker Baru Batasi Outsourcing, PT Vale Evaluasi Dampak ke Operasional

5 Mei 2026
Metro

Bencana Pomalaa, PT Vale Salurkan Bantuan dan Turunkan Tim Darurat

5 Mei 2026
Hukum

Pasca Solar Subsidi SPBU Lutim Viral, Pertamina Temukan Kejanggalan Volume Pengisian

5 Mei 2026
Metro

Bupati Luwu Timur Tinjau RSUD, Soroti Antrean Pasien dan Percepat Pelayanan Kesehatan

5 Mei 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?