Desak Tangkap Pelaku Pembunuhan, Ratusan Warga Datangi Mapolres Lutra

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Laba-Lapapa melakukan aksi demonstrasidi Kantor Mapolres Luwu Utara, Rabu (28/5/14) siang tadi. Kedatangan para demonstran ini guna mendesak pihak kepolisian untuk seriuss dalam mengusut tindakan pembunuhan salah seorang warga Laba yang terjadi pada 7 April silam.

Koordinator aksi, Sudirman mengatakan ketidak seriusan pihak kepolisian itu terlihat dengan dasar, sejak kejadian itu, hingga kini baru tiga orang yang berhasil ditangkap petugas. Padahal, jumlah pelaku pembunuhan itu berjumlah sebanyak 10 orang.

“Kejadian yang menimpa saudara kami pada 7 Aprillalu sangat tidak manusiawi, dan kami menyayangkan pihak kepolisian terkesan tidak bertindak serius dalam mengusut kasus ini,” ujar Sudirman.

“Sampai detik ini sudah melewati 40 hari kejadian, akan tetapi pelaku yang nota bene berjumlah lebih dari 10 orang, namun pihak kepolisian baru berhasil menangkap sebanyak tiga orang, dan ironisnya lagi kamis 22 Mei 2014 Polres Lutra melakukan reka ulang tanpa sepengetahuan keluarga korban,” ujarnya lagi.

Merekapun memberikan batas waktu hingga 7×24 jam kepada pihak kepolisian untuk menunjukkan keseriusan mereka dengan menangkap seluruh pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal. Pengunjuk rasa juga mendesak pihak kepolisian untuk melakukan reka ulang, agar tidak ada yang ditutupi dalam kasus ini.

Sementara itu, Wakapolres Luwu Utara, Kompol Amir Yasin yang menemui demonstran mengungkapkan jika pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan tersebut. Menurutnya, pihaknya akan bekerja maksimal dalam mengusut kasus ini demi rasa keadilan terhadap keluarga korban.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak akan bisa melakukan rekonstruksi ulang atas kejadian ini. “Kami bekerja sudah sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Usai melakukan aksi untuk rasa di Mapolres Luwu Utara, massa pun melanjutkan aksinya di Mapolsek Masamba. Sayangnya, demonstran tidak berhasil menemui Kapolsek Masamba karena yang bersangkutan sedang tidak berada di kantornya.

Untuk diketahui, seorang warga Laba, Ahmad Raofu (28) tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda yang berasal dari Desa Rompu, Senin (7/4/14) lalu. Insiden ini terjadi hanya selang dua hari sebelum Pemilu Legislatif digelar beberapa waktu lalu. Akibatnya, situasi keamanan di dua desa tersebut langsung memanas bkarena dikhawatirkan terjadi aksi balasan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser