Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Tokoh Adat Nuha Desak FDM Ditunda
Budaya

Tokoh Adat Nuha Desak FDM Ditunda

Redaksi
Redaksi Published 24 November 2015
Share
2 Min Read
SHARE

Tokoh Adat Makole Nuha, Andi Baso mendesak pemerintah dan pihak penyelenggara Festival Danau Matano (FDM) menunda kegiatan yang rencananya akan digelar 27-29 November mendatang. Pasalnya, penyelenggaraan FDM dinilai masih jauh dari niat awal penyelenggaraan kegiatan itu, yakni memperkenalkan potensi yang ada di Matano.

“FDM itu bertujuan memperkenalkan potensi yang ada di Matano sampai ke tingkat dunia, salah satunya adalah masalah kebudayaan, sementara konsep pelaksanaan FDM yang ada saat ini masih jauh dari kebudayaan Matano secara khusus dan Tana Luwu secara umum,” ujar Andi Baso.

Dia menjelaskan, dalam struktur kedatuan Luwu, Nuha atau Matano merupakan sebuah daerah otonom yang memiliki kebudayaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. “Justru cenderung, pihak penyelenggara melecehkan kebudayaan Matano, salah satunya dengan menggunakan istilah pada kegiatan yang tidak merupakan kebudayaan warga Nuha,” ungkapnya.

Baca Juga

Pemkab Lutim Genjot Pengusulan Geopark Matano Jadi Geopark Nasional

Dia mencontohkan, dalam berbagai media promosi yang disebar oleh penyelenggara FDM, menyebutkan adanya kegiatan Nohu Bangka yang diartikan sebagai tangkap ikan. “Dalam bahasa Matano, Nohu itu berarti lesung (alat menumbuk padi), sementara Bangka berarti perahu yang secara lengkap berarti lesung yang berbentuk menyerupai perahu, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan menangkap ikan,” tegasnya.

Lagipula, menurut Andi Baso, kegiatan menangkap ikan justru mengancam keberadaan ikan endemik di Danau Matano yang saat ini jumlahnya sudah semakin sedikit. “Apalagi ikan Opudi, salah satu ikan endemik di Danau Matano yang tidak ada duanya di daerah lain di dunia. Ikan jenis ini sangat mudah stress, sehingga kalau kegiatan menangkap ikan ini digelar, bukankah justru mengancam kelestarian hewan langka yang tergolong purba ini,” tegasnya.

Andi Baso menegaskan, pada dasarnya masyarakat di Kecamatan Nuha mengapresiasi upaya pemerintah dalam menggelar kegiatan FDM tersebut sepanjang hal itu tidak melecehkan dan menjunjung tinggi kebudayaan setempat.

Dia pun meminta kepada pemerintah maupun pihak penyelenggara untuk menunda kegiatan FDM tersebut, dan baru menyelenggarakan ketika sudah ada kesepahaman dengan masyarakat setempat tentang konsep promosi kebudayaan yang akan digelar di festival itu.

Ini pernyataan lengkap Andi Baso:

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

PKK Tomoni Timur Ajak Perempuan Rutin Deteksi Dini Kanker Serviks

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Lutim Siapkan Langkah Strategis

Ribuan Keluarga Tersentuh Program Gizi PT Vale di Kolaka

Pj Sekda Palopo Ingatkan TPP ASN Bisa Terdampak Jika Target PAD tak Tercapai

Pasukan Gartama SMPN 1 Mangkutana Raih Juara 2 LKBB Mahapati Season 2

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Dinilai Lecehkan Budaya, Warga Turunkan Baliho FDM
Next Article Hotel Penuh Jelang Festival Danau Matano

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Sekda Sebut Kondisi Fiskal Palopo Tidak Baik-Baik Saja

20 April 2026
Metro

Pemkab Lutim Minta Dukungan PT Vale Sukseskan Peringatan HUT ke-23

20 April 2026
Metro

HUT ke-23 Luwu Timur Bakal Meriah, Tabligh Akbar hingga Konser Artis Disiapkan

20 April 2026
Pendidikan

Tiga Emas Antar Luwu Timur Jadi Juara Umum IV MTQ Sulsel

19 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?