Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Sekda Luwu Timur Dukung Program Transaksi Digital
Sabtu,10 April 2021 | 07:25 WITA |

LUTIM – Sekertaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, H. Bahri Suli menghadiri South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2021 yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan yang berlangsung di Upperhills Convention Hall. Makassar, Jumat (09/04/2021).

Digifest 2021 dihadiri Plt. Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Prov Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Budi Hanoto, Wali kota/Bupati se-Sulsel, Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-Sulsel serta hadir pula, Komisaris Direksi dan Pimpinan Bank Sulselbar, Kepala OJK regional 6 dan para Direktur BUMD.

Bupati Luwu Timur, H. Budiman yang merupakan Ketua TP2DD Kabupaten Luwu Timur yang diwakili Sekertaris Daerah, Bahri Suli dikukuhkan bersama para ketua TP2DD 25 kabupaten/kota oleh Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Plt. Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya mengharapkan bentuk sinergi dan komitmen nyata semua pimpinan daerah di Sulawesi Selatan dalam mendukung program Pemerintah pusat.

Andi Sudirman memuji pembentukan TP2DD yang di inisiasi Bank Indonesia dan diharapkan, pembentukan ini bertujuan salah satunya mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

“Yang terpenting, infrastruktur digital harus kita siapkan untuk menghadapi tantangan ke depan,” kata Andi Sudirman.

Dengan digitalisasi, maka akan mewujudkan transparansi dan kecepatan dalam bekerja, itu hal realistik yang bisa dilakukan,” sambung dia.

Terakhir, Andi Sudirman menyampaikan revolusi digital yang inklusif, dorongan untuk membantu UMKM agar masuk dalam rantai pasok global serta memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan ekosistem digital yang kondusif, akan mendorong terpenuhinya kebutuhan setiap warga atas manfaat layanan teknologi digital. Dan ini harus terus menerus digalakkan bersama.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Budi Hanoto dalam sambutannya menyampaikan Pandemi covid-19 telah mengubah tatanan normal hidup dan bahkan melumpuhkan ekonomi di banyak negara, sehingga kondisi tersebut memaksa kita untuk memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari.

“Tujuan Digifest tahun ini untuk pengembangan ekonomi dan keuangan digital yang dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional. Ekosistem ekonomi keuangan digital yang mumpuni mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inklusivitas,” jelas Budi Hanoto.

Dia mengatakan Kolaborasi antar otoritas, pelaku industri, dan semua pemangku kepentingan utama dan ekosistem keuangan digital menjadi sangat penting.

“Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Provinsi yang terdepan, tercepat, dan terbanyak di Indonesia yang telah berhasil mengukuhkan seluruh TP2DD di level Provinsi, Kabupaten dan Kota,” katanya.

Sekertaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Bahri Suli yang mewakili Bupati Luwu Timur mengaparesiasi adanya standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia.

Bahri menilai, hal ini merupakan inovasi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pendemi Covid-19. QRIS merupakan solusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pendemi. Karena kita dapat melakukan pembayaran tanpa tatap muka atau juga bisa lebih cepat.

“Saya berkeyakinan hal ini sangat efektif dalam pemulihan ekonomi. Karena semua keterbatasan kita dalam pemulihan ekonomi bisa menjadi solusi terbaik dengan adanya transaksi digital seperti ini (QRIS),” ucapnya.

Turut hadir mendampingi Sekertaris Daerah, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Luwu Timur, Ramadhan Pirade, Kepala Cabang Bank Sulselbar Cabang Malili, Idham Haliq. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...